Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Inflasi Riau Desember 2018 Dinilai Bagus, di Bawah Angka Nasional

Kepala BPS Riau Aden Gultom dalam pemaparannya, saat berita resmi statistik di kantor BPS Riau Jalan Patimura Gobah Pekanbaru. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS Riau Aden Gultom dalam pemaparannya, saat berita resmi statistik di kantor BPS Riau Jalan Patimura Gobah Pekanbaru. (Foto: Fitri Burhan)

Serantau Riau

Rabu, 02 Januari 2019

Pekanbaru - serantauriau.news - Desember 2018, Riau mengalami inflasi 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,69. 

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom MM, Rabu siang (2/1/2019), saat berita resmi statistik Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Riau. 

"Angka inflasi kita bagus sekali. Ini termasuk kejutan, angka inflasi Riau kok bisa ya, di bawah inflasi nasional," sebut Aden, di kantornya.

Penyebab inflasi yang paling berpengaruh besar di Riau adalah bahan makanan dan transportasi udara/tiket pesawat yang harganya tinggi. Diterangkan Aden, secara rinci, inflasi Riau pada Desember 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga pada lima kelompok pengeluaran. 

"Yakni kelompok transpor, komunikasi dan jasa komunikasi sebesar 0,56 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,48 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,06 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen," terangnya.

Sementara itu, dua kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok sandang sebesar 0,12 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,03 persen. 

Untuk komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau, antara 

lain angkutan udara, bawang merah, daging ayam ras, tomat sayur, bayam, udang basah, buah anggur, ayam hidup. Sedangkan komoditas yang memberi andil deflasi antara lain kentang, ikan mujair, petai, minyak goreng, telur ayam ras, emas perhiasan, bawang putih.

Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru 0,18 persen, Dumai 0,22 persen, sedangkan Tembilahan inflasi 0,70 persen. 

Untuk inflasi tingkat nasional, Kepala BPS RI Dr Suhariyanto, dalam teleconference berita resmi statistik di kantor BPS Riau menyatakan, Desember 2018 inflasi Negara Indonesia sebesar 0,62 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,39. 

Inflasi tingkat nasional terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,45 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,22 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen, kelompok sandang sebesar 0,08 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,10 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,28 persen. (FB)