Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan kita memasuki tahun baru Syamsyiah, 1 Januari 2019 Masehi. Kesempatan baik ini harus diisi dengan lebih bermakna, lebih bermarwah. Ayo kita isi lembaran baru dengan suasana baru dan semangat baru untuk mendapatkan harapan baru di tahun baru 2019. Berkarya Ekonomi Maju. Insyaallah.***

Sebelum gantung diri, Rabiati pernah dua kali coba bunuh diri dengan terjun ke sumur namun sempat digagalkan warga Dusun Suka jadi, Desa Ngaso, Ujungbatu. (Foto: Ist)

Sebelum gantung diri, Rabiati pernah dua kali coba bunuh diri dengan terjun ke sumur namun sempat digagalkan warga Dusun Suka jadi, Desa Ngaso, Ujungbatu. (Foto: Ist)

3 Kali Bunuh Diri, IRT Warga Rohul Akhirnya "Berhasil" Akhiri Hidup Awal Tahun Ini



Fitri Burhan

Jumat, 04 Januari 2019

Ujungbatu - serantauriau.news - Setelah tiga kali bunuh diri, akhirnya pada Kamis (3/1/2019) pukul 09.30 WIB, Rabiati (46), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) "berhasil" mengakhiri hidupnya.

Warga Dusun Sukajadi Desa Ngaso  Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rohul ini ditemukan gantung diri dalam rumah, oleh menantunya. Korban sudah dalam keadaan tergantung di ruang tamu.

Mulanya, Dewi Puji Astuti (21), juga seorang IRT, menantu korban

ditelepon oleh mertua laki-lakinya, Maman Suherman. Dewi disuruh ke rumah untuk menghidupkan televisi. Kemudian saksi ini langsung menuju ke rumah mertuanya, yang berjarak 200 meter dari rumahnya.

Kepada petugas kepolisian yang menangani kasus bunuh diri ini, Dewi mengaku ketika buka pintu depan, terlihat ibu mertua sudah dalam keadaan tergantung di kayu plafon rumah. Dengan menggunakan kain panjang warna cokelat. Pada saat itu korban menggunakan baju piyama atau baju tidur warna putih motif gambar hati.

Dewi syok berat melihat kejadian tersebut. Ia pun berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Sehingga masyarakat berdatangan. 

Kemudian salah satu warga menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Ngaso, Brigadir Alif Firdaus. Bhabinkamtibmas pun menghubungi Unit Reskrim Polsek Ujungbatu.

Sekitar pukul 10.12 WIB, Bhabinkamtibmas dan Unit Reskrim Polsek Ujungbatu mendatangi TKP. Bhabinkamtibmas Brigadir Alif Firdaus memotong kain yang digunakan untuk gantung diri. Disaksikan oleh suami korban, keluarga korban dan para tetangga. 

Unit Reskrim Polsek Ujungbatu dan Bhabinkamtibmas Desa Ngaso lalu membawa korban ke Puskesmas Ujungbatu, untuk dilakukan visum. Dari hasil visum yang dilakukan oleh dr Sulastri Winora, dipastikan bahwa korban tewas gantung diri. Sebab ditandai dengan keluarnya cairan pelumas dari kemaluan korban dan terjulurnya lidah korban. Juga adanya bekas lilitan kain di leher korban. 

Kepada petugas kepolisian, Maman Suherman (52), suami korban yang merupakan seorang petani mengaku bahwa istrinya sudah 2 kali melakukan aksi bunuh diri. Pertama, dengan cara terjun ke dalam sumur rumahnya dan terjun ke sumur masjid di lingkungan tempat tinggal. Namun aksi bunuh diri berhasil digagalkan. Korban sebelumnya berhasil diselamatkan oleh warga.

Selain itu, anak tiri korban yang dekat dengan korban menerangkan bahwa korban mengalami gangguan jiwa dan punya penyakit batuk menahun, yang tidak kunjung sembuh. Diduga depresi, korban akhirnya gelap mata hingga mengakhiri hidupnya. 

Atas permintaan keluarga korban terhadap jenazah korban, tidak dilakukan otopsi. Jasad korban kemudian diserahkan pada keluarga untuk dimakankan. (FB)