Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan kita memasuki tahun baru Syamsyiah, 1 Januari 2019 Masehi. Kesempatan baik ini harus diisi dengan lebih bermakna, lebih bermarwah. Ayo kita isi lembaran baru dengan suasana baru dan semangat baru untuk mendapatkan harapan baru di tahun baru 2019. Berkarya Ekonomi Maju. Insyaallah.***

"Nantinya, kita akan memiliki produk turunan berbahan baku yang kita olah sendiri, seperti kecap, minyak goreng, sirup dan kosmetik," ungkap bupati, seperti dilansir dari laman Pemkab Inhil.. (M Firdaus)

Bupati Inhil: Fokus DMIJ Plus Terintegrasi Adalah Pengembangan Ekonomi Pedesaan



Serantau Riau

Senin, 07 Januari 2019

Tembilahan - serantauriau.news -- Bupati Inhil,HM Wardan mengungkapkan fokus pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) Plus Terintegrasi adalah pengembangan ekonomi di kawasan perdesaan.

Hal itu diutarakan Bupati Inhil ketika Ramah-tamah dan Arahan Pra-Tugas Fasilitator DMIJ Plus Terintegrasi, Rabu (2/1/2019) di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Inhil, Tembilahan.

Sebagai wujud fokus tersebut, Bupati mengharuskan setiap desa mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Saat ini, diungkapkan Bupati, telah berdiri 102 BUMDes yang tersebar di desa-desa Kabupaten Inhil.

Berbeda pada periode sebelumnya, yang mana program unggulan ini lebih menitik-beratkan terhadap pembangunan infrastruktur kawasan perdesaan.

"Pembenahan infrastruktur tinggal 30 persen lagi. Di seluruh desa di Inhil harus terbentuk yang namanya BUMDes. Artinya ada 197 BUMDes yang didirikan sampai akhir tahun 2019 karena titik berat pembangunan dalam DMIJ Plus Terintegrasi adalah ekonomi," pungkas bupati.

BUMDes, diungkapkan bupati, nantinya akan berguna untuk memaksimalkan potensi perkelapaan, yang mana BUMDes dikelola untuk mengolah produk turunan kelapa di masing - masing desa.

"Dengan begitu, harapan kita upaya yang dilakukan ini dapat memutus 'mata-rantai' yang terlalu panjang sehingga dapat mendongkrak harga jual kelapa di tingkat petani lokal kita," papar Bupati Wardan.

Keberadaan BUMDes nantinya, menurut bupati, akan berfungsi sebagai penampung penjualan kelapa oleh petani. BUMDes akan menyortir kelapa-kelapa kualitas unggul untuk kemudian dijual kepada perusahaan dan sebagiannya lagi diolah.

"Penjualan juga dilakukan kepada BUMD kita yang saat ini telah terbentuk, bernama PT Kelapa Inhil Gemilang. Melalui sistem yang dibentuk ini, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak sejahtera," tukas Wardan.

Mengenai pengolahan produk turunan berbahan baku kelapa, bupati berjanji untuk mendatangkan para instruktur untuk melatih masyarakat di setiap desa.