Media Online serantauriau.news mengucapkan tahniah dan sukses atas pelantikan Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi dan Wakil Gubernur Brigjen TNI  (Purn.) H Edy Natar Nasution oleh Presiden Ir H Joko Widodo di Istana Negara, 20 Februari 2019. Semoga Bumi Melayu Riau Menjadi Lebih Baik. ***

 

Sebut Berita Hoaks Sistematis, Moeldoko: Jangan Giring Publik Tidak Percaya KPU

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab wartawan usai rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/1) sore. (Foto: Rahmat/Humas)

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab wartawan usai rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/1) sore. (Foto: Rahmat/Humas)

Serantau Riau

Selasa, 08 Januari 2019

Jakarta - serantauriau.news - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan, bahwa demokrasi tidak boleh diciderai oleh siapapun karena kita menginginkan demokrasi dari waktu ke waktu semakin sehat, semakin baik. 

Untuk itu, ia meminta semuanya harus bermain pada rule yang benar. Jangan ada sebuah upaya penggiringan secara sistematis menuju kepada arah di mana publik digiring tidak percaya kepada penyelenggara pemilu, kepada pemerintah. 

"Walaupun sebenarnya KPU (Komisi Pemilihan Umum) itu sebuah lembaga yang terpisah, yang independen. Tetapi arah itu sudah sangat jelas,” kata Moeldoko kepada wartawan usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa petang (8/1/2019).

Untuk itu, dari awal Kepala Staf Kepresidenan mengaku sudah mengingatkan jangan main-main. “Saya ingatkan jangan main-main. Tapi kalau masih main-main saya juga punya mainan,” tegas Moeldoko.

Saat ditanya apa permainannya, Moeldoko mengatakan tidak perlu tahu. Tapi ia mengaku mainan tersebut siap dikeluarkan.

Intinya, lanjut Moeldoko, pemerintah punya instrumen, pemerintah bisa menggunakan instrumen itu dengan tepat dan proporsional. Untuk itu, Kepala Staf Kepresidenan sungguh berharap semuanya menuju ke sebuah demokrasi yang tertata dengan baik, jangan diciderai, jangan diteror demokrasi yang terteror dan seterusnya.

“Sungguh tidak baik untuk masa depan bangsa, dan sangat mengganggu,” ujar Moeldoko.

Apalagi berita-berita bohong atau hoaks. Menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, hoaks bukan sekedar dilempar secara seporadis tapi sudah sistematis semuanya arahnya sudah jelas.

“Dalangnya sudah tahu nanti akan ketahuan,” ucap Moeldoko. (RSF/RAH/ES)