Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Nilai Ekspor Riau Naik 2 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom ketika memberikan keterangan pers tentang nilai ekspor Riau, baru-baru ini. (Foto: MCR)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom ketika memberikan keterangan pers tentang nilai ekspor Riau, baru-baru ini. (Foto: MCR)

Serantau Riau

Jumat, 11 Januari 2019

Pekanbaru - serantauriau.news - Ekspor Riau bulan November 2018 mencapai Rp1,27 triliun. 

Demikian dipaparkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom. Nilai ekspor tersebut naik sebesar 2,01 persen dibandingkan ekspor Riau pada bulan sebelumnya.

"Angka kenaikan ini didorong oleh naiknya ekspor Migas sebesar 14,21 persen. Sedangkan ekspor non migas justru turun sebesar 0,04 persen," ungkapnya belum lama ini.

Ekspor Migas dari US$ 179.30 juta pada bulan Oktober 2018 naik menjadi US$ 204.77 juta pada bulan November 2018. Sedangkan ekspor non migas dari US$ 1.065,35 juta pada bulan Oktober 2018, turun menjadi US$ 1.064,93 juta pada bulan November 2018.

Untuk ekspor nonmigas dari 10 golongan barang terbesar di bulan November 2018, terjadi pada berbagai produk kimia yang tercatat US$ 21.56 juta, bubur kayu (Pulp) US$ 4.72 juta, dan ampas dan sisa industri makanan US$ 0.32 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar US$ 15.76 juta, bahan kimia organik US$ 4.13 juta serta kertas dan karton US$ 3.41 juta.

Sementara itu, untuk ekspor Riau Januari-November tumbuh 0,17 persen. Hal ini berdasarkan angka statistik BPS Provinsi Riau selama Januari sampai dengan November 2018 yang menunjukkan nilai ekspor Riau tumbuh sebesar 0,17 persen, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu didorong oleh naiknya ekspor migas sebesar 15,54 persen, meski ekspor non migas mengalami penurunan sebesar 2,48 persen.

Ditambahkan Aden, kenaikan ekspor Migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah sebesar 15,00 persen dan ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 19,45 persen. (MCR)