Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Ini Cara Pertamina Dukung Pengolahan Minyak Sawit Jadi "Green Fuel"

Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Budi Santoso Syarif ketika pertemuan FGD ini menjadi momen penting untuk  membahas ketahanan energi nasional  melalui pengolahan minyak sawit menjadi green fuel. (Foto: Ist)

Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Budi Santoso Syarif ketika pertemuan FGD ini menjadi momen penting untuk  membahas ketahanan energi nasional  melalui pengolahan minyak sawit menjadi green fuel. (Foto: Ist)

Serantau Riau

Selasa, 15 Januari 2019

Bandung - serantauriau.news - PT Pertamina (Persero) melaksanakan kegiatan FGD dengan tajuk Kemandirian Teknologi Pengolahan Minyak Sawit Menjadi Green Fuel menuju Ketahanan Energi Nasional di Patra Comfort, Bandung (14/1/2019).

Acara diikuti oleh 62 peserta dari berbagai sektor,  mulai dari unit operasi Pertamina, ITB, BKK PI, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), PTPN 3 (Holding), PTPN 7 (Perkebunan Sawit), BPDPKS Kementerian Keuangan, EBTKE Kementerian ESDM, PT Rekind, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Budi Santoso Syarif mengungkapkan, pertemuan ini menjadi momen penting untuk  membahas ketahanan energi nasional  melalui pengolahan minyak sawit menjadi green fuel

"Sejak 2005, Indonesia sudah  mengimpor crude untuk memenuhi konsumsi energi dalam negeri. Artinya, produksi minyak Indonesia sudah tidak memadai, Supplytidak berbanding lurus dengan demand. Dengan situasi seperti ini, artinya ketahanan energi tidak bisa dikendalilan. Kita hanya mampu memenuhi kebutuhan sebesar 62%. Artinya selain crude, 38 % kita masih impor produk juga. Salah satu solusi pengendalian adalah dengan memanfaatkan minyak sawit. Kita melihat  potensi kelapa sawit ini bisa menjadi basis untuk ketahanan energi,” ujarnya.

Menurut dia, yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana meningkatkan pengolahaan kelapa sawit ini menjadi green fuel. Budi menegaskan, untuk mengimplementasikan itu tidak bisa sendiri, perlu kolaborasi. 

“Oleh karena itu, kami laksanakan FGD, yang datang pun dari berbagai sektor, mulai unit-unit Pertamina, pemerintah, Bappenas, pengusaha, dan akademisi. Dengan FGD ini diharapkan akan ditemukan solusi yang bisa diimplementasikan bersama demi ketahanan energi nasional,” imbuhnya.

Kegiatan FGD terbagi menjadi delapan sesi materi diskusi dari berbagai sektor. Mulai dari success story implementasi Co-Processing Green Gasoline di FCCU RU III Palu, rencana implementasi green refinery di Indonesia, pengembangan katalis green processing hasil joint research Pertamina dan ITB, hingga diskusi roadmap pengembangan green refinery.

Acara ini diapresiasi oleh Sahat M Sinaga dari Dewan Minyak Sawit Indonesia. "Terima kasih kepada Pertamina telah menyelenggarakan acara ini. Kelapa sawit kita sangat berlimpah sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan. Lewat forum ini kita bisa berkolaborasi mengimplementasikan potensi tersebut," pungkasnya. (IN)