Kemerdekaan itu adalah situasi di mana kita terlepas dari cengkraman penjajahan bangsa lain secara ekonomi dan politik. Jangan hanya teriak merdeka, bila kita masih terjajah.  Dengan semangat 45: Dirgahayu Kemerdekaan RI ! Semoga kita menjadi bangsa berdaulat, sejahtera secara utuh dan menyeluruh, berjalan dengan kepala tegak di atas kaki sendiri. Insyaallah. #BerkaryaNegeriMaju

Mendikbud Wajibkan Pengutamaan Bahasa Indonesia pada Lima Ruang Publik

Mendikbud RI Muhadjir Effendy mengeluarkan edaran kepada seluruh kepala daerah yang mewajibkan pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia pada lima objek ruang publik.  (Foto: Net)

Mendikbud RI Muhadjir Effendy mengeluarkan edaran kepada seluruh kepala daerah yang mewajibkan pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia pada lima objek ruang publik.  (Foto: Net)

Serantau Riau

Rabu, 16 Januari 2019

Jakarta - serantauriau.news - Maraknya penggunaan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris yang dipakai untuk penamaan fasilitas umum maupun yang tertera pada beberapa plang nama tempat usaha atau kedai/kios di Indonesia mulai "mengancam".

Paling tidak keresahan ini dirasakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy. Hingga Mendikbud mewajibkan pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia pada 5 objek ruang publik. 

Yakni pertama pada nama lembaga dan gedung, kedua pada nama bangunan, jalan, apartemen atau pemukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha dan lembaga pendidikan. 

Ketiga, untuk penamaan penunjuk jalan, fasilitas umum, spanduk dan alat informasi lain yang merupakan pelayanan umum. Keempat, pada nama ruang pertemuan serta kelima, pada nama dan informasi produk barang/jasa.

Intinya, sebagaimana dikatakan Mendikbud Muhadjir Effendy, dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik, yang disampaikan baru-baru ini kepada gubernur dan bupati/walikota seluruh Indonesia, Bahasa Indonesia harus diutamakan di ruang publik. 

Kepala daerah pun diminta Mendikbud untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pengutamaan bahasa negara, terutama dalam kegiatan penyelenggaraan pelayanan publik.

Dipaparkan Mendikbud, partisipasi kepala daerah dalam memartabatkan Bahasa Indonesia diharapkan dapat meneguhkan kembali kebanggaan bangsa dan meningkatkan kualitas kinerja pemerintah, dalam pelayanan publik. 

Adanya pengutamaan penggunaan bahasa asing di ruang publik, papar Mendikbud, menjadikan Bahasa Indonesia harus berjuang untuk memanfaatkan perannya sebagai lambang identitas bangsa. Di tengah maraknya penggunaan bahasa asing di ruang publik. 

Di Kota Pekanbaru saja, sesuai pantauan serantauriau.news, Rabu (16/1/2019), ada sejumlah tempat usaha seperti kedai/kios, hotel dan kafe yang pasang nama memakai Bahasa Inggris. 

Biasanya pemakaian Bahasa Inggris ini untuk ikut-ikutan tren atau agar terlihat keren. Alangkah lebih baiknya penamaan tempat usaha memakai Bahasa Indonesia saja, demi memperbanyak pelanggan. Karena tidak semua orang di Pekanbaru mengerti Bahasa Inggris atau merasa agak bingung melihat plang tempat usaha yang memakai bahasa asing. (FB)