Selamat Idul Adha, 10 Zulhijjah 1443 H. Semoga kita dapat meneladani ketaatan dan keikhlasan serta kesabaran Ibrahim AS, Ismail AS dan Siti Hajar RA. dalam melaksanakan perintah Qurban. Mohon maaf lahir dan batin. ***

 

Genjot Pendapatan Pajak, Bapenda Riau Optimalkan Samsat Keliling

Selain Samkel, Bapenda Riau juga telah melakukan Samsat Gendong sebanyak 40 unit untuk menggenjot pendapatan, yang akan di-launching pada Hari Jadi Provinsi Riau Agustus mendatang.  (Foto: Dok SRN/MCR)

Selain Samkel, Bapenda Riau juga telah melakukan Samsat Gendong sebanyak 40 unit untuk menggenjot pendapatan, yang akan di-launching pada Hari Jadi Provinsi Riau Agustus mendatang.  (Foto: Dok SRN/MCR)

Serantau Riau

Senin, 28 Januari 2019

Pekanbaru - serantauriau.news - Untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah mengoperasikan empat unit Samsat Keliling (Samkel) bantuan Bank Riau Kepri (BRK).

"Kita sudah distribusikan empat unit Samsat Gendang bantuan BRK di tiga kabupaten/kota," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Indra Putra Yana, Sabtu (26/1/2019). 

Empat Samkel itu, sebut Indra, untuk menyisir potensi pajak di wilayah Kampar, Indragiri Hulu, Dumai dan Pekanbaru. Di Pekanbaru, Samkel akan menyisir daerah pinggiran kota tersebut, seperti Rumbai, Tenayan Raya, Tampan dan Pasir Putih. 

"Di Pekanbaru ada dua Samkel, satu Samkel yang lama. Nah, Samkel ini kita berdayakan untuk di pusat kota seperti di mal dan pusat perbelanjaan lainnya," paparnya. 

Sedangkan Samkal di Dumai, selain dioperasikan di wilayah setempat, pihaknya juga akan memanfaatkan Samkel di pulau Rupat. 

"Yang di Dumai, nanti satu bulan dua kali kita coba jalankan ke pulau Rupat. Kalau potensi pajak di sana cukup besar, hanya saja pelayanan Samsat jauh dari jangkauan masyarakat," ujarnya. 

Selain Samkel, tambah Indra, pihaknya juga telah melakukan pengadaan Samsat Gendong sebanyak 40 unit, yang akan di-launching pada Hari Jadi Provinsi Riau Agustus mendatang. 

"Nah, kalau Samsat Gendong ini nanti juga akan menjemput potensi pajak di pasar-pasar kabupaten/kota, misalnya di wilayah Tapung Kampar. Di sana juga potensi cukup besar. Selama ini masyarakat kalau membayar pajak harus ke Bangkinang," papar Kepala Kapendam, seperti dilansir dari laman Pemprov Riau. (MC Riau/yan)