serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Kejam, Pekerja Karet di Kuansing Bunuh dan Bakar Teman Bersama Sampah Dedaunan

Tersangka mengaku telah membunuh korban dengan cara memukul dan menyeret. Lalu dibakar dengan kayu serta daun yang bertebaran di kebun karet. Tulang dikumpulkan, dimasukkan dalam kantong beras dan dikubur dalam tanah di sekitar kebun karet, tempat pelaku bekerja sehari-hari. (Foto: Dok Kms Polres Kuansing)

Tersangka mengaku telah membunuh korban dengan cara memukul dan menyeret. Lalu dibakar dengan kayu serta daun yang bertebaran di kebun karet. Tulang dikumpulkan, dimasukkan dalam kantong beras dan dikubur dalam tanah di sekitar kebun karet, tempat pelaku bekerja sehari-hari. (Foto: Dok Kms Polres Kuansing)

Irwan S Benai

Jumat, 01 Februari 2019

Jake - serantauriau.news - Sebagian manusia zaman sekarang luar biasa kejam. Bahkan kekejamannya melebihi binatang. Membunuh sesama manusia dengan sadis.

Seperti yang terjadi di Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuansing. Seorang pekerja kebun karet, Baja Tule Laia (33), warga Desa Jake tega membunuh temannya pada Desember 2018 silam. Tak cukup hanya membunuh, mayat korban, Iwan Halawa (35), warga Sungai Busuang Desa Jake dibakar bersama sampah kayu dan dedaunan. Seolah-olah pelaku niat sekali mau menghilangkan jejak.

Kemudian, tulang belulang korban dikumpulkan, dimasukkan dalam kantong beras dan dikubur dalam tanah di sekitar kebun karet, tempat pelaku bekerja.

Setelah korban tak kunjung pulang, istri korban, Delima Lai'a (25) merasa heran. Akibatnya, pada Kamis (31/1/2019) pukul 12.30 WIB, Delima melapor ke Mapolres Kuansing. Dilaporkan bahwa suaminya hilang sejak Desember 2018.

Pelapor juga mengatakan, handphone suami pelapor dikuasai oleh tersangka Baja Tule Laia.

Berdasarkan keterangan pelapor ini, Satreskrim Polres Kuansing dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Andi Cakra Putra SIK, bersama anggota langsung mengamankan tersangka Baja Tule Laia.

Setelah diinterogasi, tersangka mengaku telah membunuh korban dengan cara dipukul dan diseret. Lalu dibakar dengan kayu serta daun yang bertebaran di kebun karet. Selanjutnya tulang dikumpulkan, dimasukkan dalam kantong beras dan dikubur dalam tanah di sekitar kebun karet, tempat pelaku ini bekerja sehari-hari.

Kapolres Kuansing AKBP Muhammad Mustofa SIK MSi melalui Kasubag Humas Polres Kuansing AKP Kadarusmansyah, Jumat (1/2/2019) membenarkan adanya pembunuhan tersebut. 

"Namun kini tersangka sudah ditahan bersama barang bukti Handphone merek Polytron warna biru milik korban, 1 unit sepeda motor Honda Revo warna hitam tanpa bodi milik pelaku," terangnya.

Dikatakan Kasubag Humas, tindakan yang dilakukan petugas, pada Jumat pagi (1/2/2019) berupa olah TKP, pengamanan barang bukti, evakuasi tulang-belulang korban dari tempat dikuburkan serta membawa ke RSUD untuk divisum.

Rencana tindak lanjut, antara lain melakukan otopsi dan tes DNA terhadap korban di RS Bhayangkara Pekanbaru, melengkapi administrasi penyidikan. Motif pelaku melakukan pembunuhan juga masih didalami. (FB/ISB)