Media Online serantauriau.news menyampaikan tahniah kepada Bank Riau Kepri yang telah menapak usia ke-53, 1 April 2019. Semoga tetap berjaya sebagai Bank Kebanggaan Masyarakat Riau, dalam menumbuhkembangkan usaha. Dengan tiga layar terkembang, surut sejengkal pun kita berpantang! ***

 

Siswa Tawuran, Kadisdikbud Rohil Kumpulkan Kepala Sekolah

Kepala SD, SMP maupun SMA di Kecamatan Bangko dipanggil Kadisdikbud untuk membahas permasalahan tawuran antargenk, yang saat ini sangat meresahkan masyarakat. (Foto: Wildani)

Kepala SD, SMP maupun SMA di Kecamatan Bangko dipanggil Kadisdikbud untuk membahas permasalahan tawuran antargenk, yang saat ini sangat meresahkan masyarakat. (Foto: Wildani)

Wildani

Sabtu, 09 Februari 2019

Bagansiapiapi - serantauriau.news - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Rokan Hilir Wan Rusli Syarif mengumpulkan seluruh kepala sekolah di Kecamatan Bangko, Jumat petang (8/2/2019).

Kepala SD, SMP maupun SMA di Kecamatan Bangko dipanggil untuk membahas permasalahan tawuran antar genk, yang saat ini sangat meresahkan masyarakat.

"Petang hari sengaja kami mengumpulkan para kepala SD, SMP dan SMA, baik itu negeri maupun swasta serta guru agama maupun guru BP. Untuk membahas banyaknya siswa-siswi kita yang melakukan tawuran antargenk seperti yang terjadi empat hari yang lalu," ungkap Kadisdikbud Rohil Wan Rusli Syarif.

Keseluruhan 12 orang yang diamankan Polsek Bangko, karena tawuran atau berkelahi massal. Lanjutnya, secara keseluruhan merupakan siswa sekolah bahkan masih ada yang masih kelas IV SD. Setelah melakukan penangkapan pada malam hari, katanya, keesokan hari bekerja sama dengan Polsek, Dinas Pendidikan mengumpulkan seluruh geng yang ada di Kecamatan Bangko.

"Sekitar 30 kepala genk yang kita kumpulkan di Mapolsek Bangko, di hadapan Kapolsek, para kepala genk telah berjanji akan membubarkan diri dan telah dilakukan pembinaan," jelasnya.

Tawuran siswa di Rohil, tentu menjadi perhatian khusus bagi pihak Disdikbud selaku pembina guru dan siswa. Sehingga Disdikbud mengambil inisiatif untuk mengumpulkan para kepala sekolah agar bisa mengambil tindakan-tindakan disiplin, kepada anak-anak didik yang bermasalah. 

Mirisnya lagi, papar Kadisdikbud, tidak disangka seusia anak SD maupun SMP sudah pandai mempersenjatai diri dengan parang, gear sepeda motor, seng yang dibentuk seperti gergaji dan senjata lainnya. 

Dua belas anak tawuran yang diamankan kemarin sedikit pun tidak ada terlihat penyesalan. Bahkan tidak ada yang menangis ketika ditangkap polisi. Ini menandakan sudah parahnya mental anak yang bersangkutan.

Dalam pertemuan itu, Wan Rusli menekankan kepada para kepala sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap para siswa di sekolah, dengan melakukan pendataan para siswa yang terlibat dalam genk, guna mengantisipasi kejadian-kejadian sebelumnya.

"Jika menemukan ada siswa yang tergabung dalam genk segera panggil orangtuanya ke sekolah, berikan nasihat di hadapan orangtua dan berikan teguran pertama. Jika mengulangi, berikan teguran kedua serta ketiga, jika tetap melakukan, keempat kalinya langsung keluarkan dari sekolah," tegasnya.

Kadisdikbud pun menginstruksikan para kepala sekolah agar melakukan razia secara rutin di sekolah, dengan waktu yang selalu berubah. (WIL)