Media Online serantauriau.news menyampaikan tahniah kepada Bank Riau Kepri yang telah menapak usia ke-53, 1 April 2019. Semoga tetap berjaya sebagai Bank Kebanggaan Masyarakat Riau, dalam menumbuhkembangkan usaha. Dengan tiga layar terkembang, surut sejengkal pun kita berpantang! ***

 

Heboh!! Warga Tarai Bangun Temukan Jasad Pria, Leher Terikat Kabel Listrik

Korban Juni Adragani, remaja pria beralamat di Perumahan Azziziah Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang tidak jauh dari lokasi penemuannya. (Foto: Dok Hms Polres Kampar)

Korban Juni Adragani, remaja pria beralamat di Perumahan Azziziah Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang tidak jauh dari lokasi penemuannya. (Foto: Dok Hms Polres Kampar)

Khairunnisa

Ahad, 10 Februari 2019

Tambang - serantauriau.news - Warga Perumahan Azizziah Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Sabtu malam (9/2/2019) sekira pukul 21.00 WIB, dihebohkan oleh penemuan sesosok mayat pria muda dengan kondisi leher terjerat kabel listrik dan tergantung di gerobak bekas di belakang rumah warga. 

Korban diketahui bernama Juni Adragani, remaja pria yang juga beralamat di Perumahan Azziziah Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang tidak jauh dari lokasi penemuannya. 

Penyebab kematian korban masih misteri dan dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Hal ini dikarenakan posisi korban yang tergantung tali ini kakinya terlipat dan lututnya hampir menyentuh tanah.

Para saksi dan warga yang melihat langsung di lokasi kejadian sempat memperdebatkan penyebab kematian korban ini, dan pihak Kepolisian dari Polsek Tambang serta Tim Inavis dari Satreskrim Polres Kampar malam tadi langsung mendatangi TKP.

Tim telah melakukan olah TKP lalu membawa korban ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk divisum dan otopsi guna mengetahui secara pasti penyebab kematiannya. 

Kronologi penemuan korban ini berawal pada hari Sabtu (9/2/2019) sekira pukul 21.00 WIB, saat itu salah satu saksi Zainal mendengar suara kresek-kresek dari belakang rumahnya namun saksi tidak terlalu menghiraukannya. 

Beberapa saat kemudian saksi keluar dari rumahnya menuju warung dan berjumpa dengan huru-guru Pesantren Arrum Mani yang berjumlah 4 orang serta beberapa warga sekitar.

Saksi kemudian menanyakan ada apa ramai-ramai dan mereka menyampaikan ada maling masuk ke dalam pesantren, lalu saksi menanyakan lagi apakah sudah ketemu malingnya dan dijawab oleh warga belum ketemu.

Teringat oleh saksi bahwa dia mendengar suara kresek-kresek di belakang rumahnya beberapa saat lalu, maka diapun langsung mencek ke belakang rumahnya dan melihat korban dalam posisi leher terikat dengan menggunakan kabel listrik wana putih pada gerobak miliknya yang sudah tidak terpakai lagi.

Kaget dengan temuan ini saksi lalu memanggil warga dan memberitahukan bahwa ada mayat yang tergantung pada gerobak di belakang rumahnya dengan leher terikat kabel listrik wana putih.

Kondisi korban pada saat ditemukan terdapat luka lebam pada punggung bagian atas, dan korban menggunakan celana panjang Jeans warna biru tanpa baju. 

Sekira pukul 23.00 WIB, Tim Inafis dari Polres Kampar dipimpin Ipda Samsunar tiba di TKP dan melakukan olah TKP bersama Unit Reskrim Polsek Tambang, saat diperiksa kondisi korban terdapat Air Mani keluar dari kelaminnya serta kotoran dari anusnya. 

Setelah melakukan olah TKP pada pukul 01.00 WiB datang ambulance dari Puskesmas Tambang, korban lalu dibawa petugas ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan visum dan otopsi.

Namun pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan penolakan yang ditandatangi lalu diserahkan kepada pihak kepolisian. 

Pada pukul 04.00 WIB, jenazah korban diantarkan oleh petugas kepolisian ke rumah duka dan telah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk diselenggarakan pemakamannya. . 

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini. 

Disampaikan Kapolsek bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini untuk mengungkap misteri kematian korban ini. (NSA)