Kemerdekaan itu adalah situasi di mana kita terlepas dari cengkraman penjajahan bangsa lain secara ekonomi dan politik. Jangan hanya teriak merdeka, bila kita masih terjajah.  Dengan semangat 45: Dirgahayu Kemerdekaan RI ! Semoga kita menjadi bangsa berdaulat, sejahtera secara utuh dan menyeluruh, berjalan dengan kepala tegak di atas kaki sendiri. Insyaallah. #BerkaryaNegeriMaju

Pembangunan Infrastruktur Tak Hanya Untuk Jawa

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Kota Pematangsiantar. (Foto : Eko/mr)

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Kota Pematangsiantar. (Foto : Eko/mr)

Serantau Riau

Selasa, 12 Februari 2019

 

Jakarta - serantauriau.news - Anggota Komisi V DPR RI Rahmat Nasution Hamka menegaskan pembangunan infrastruktur saat ini tidak lagi berpusat di Pulau Jawa. Indonesia bukan hanya Jawa, maka pembangunan infrastruktur harus merata di seluruh Indonesia. 

Papua, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, Sumatera dan Nusa Tenggara serta seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus mendapat bagian dari pembangunan infrastruktur.
“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah membangun infrastruktur yang tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa, tapi juga di luar Pulau Jawa, khususnya Sumatera. Ini trans lintas Sumatera sangat luar biasa pekembangan dan penyelesaiannya," ungkap Hamka usai meninjau langsung perkembangan infrastruktur bersama Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, baru-baru ini.
Ia menjelaskan jalan tol menuju Tebing Tinggi tinggal menunggu waktunya untuk dibuka. Menurutnya jalan ini akan semakin menimbulkan multiplier effect bagi pergerakan ekonomi masyarakat di Sumatera Utara. 

Selain infrastruktur jalan, Tim Kunspek Komisi V DPR RI juga sempat meninjau terminal Horas Tanjung Pinggir. Hamka menyampaikan terminal tersebut baru diserahkan dari Pemerintah Kota ke Pemerintah Pusat, sehingga baru akan ditangani tahun ini.
“Kita minta masyarakat dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar bersinergi membangun tata ruang atau rekayasa lalu lintas yang setidaknya terminal tersebut mampu menjadi tumpuan sentral bagi moda transportasi di kota pematangsiantar," harap legislator PDI-Perjuangan ini, seperti dilansir dari laman Setkab RI. 
Sehingga kendaraan yang ke terminal tersebut tidak hanya untuk berputar dan mangkal saja, tapi ada pergerakan ekonomi. Hamka mengharapkan agar terminal tersebut mampu menjadi tempat pergerakan ekonomi baru. Dijelaskannya, untuk terminal sudah disiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar di tahun 2019. Demikian juga untuk pembangunan rel kereta api sepanjang 237 km dan stasiun dananya telah ada.
Direktur Prasarana dari Kementerian Perhubungan Risal mengatakan saat ini pihaknya akan membangun Terminal Horas Tanjung Pinggir dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp 3 miliar dan perbaikan jalan serta penyerahan bus sekolah dan ada juga subsidi angkutan umum.
Mengenai pembangunan terminal, Walikota Pematangsiantar diminta untuk memberikan program sehingga terminal bisa difungsikan lebih maksimal. Salah satu yg ditekankan adalah bagaimana jalur dari jalan lingkar ada ke terminal. (eko/sf)