Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Neraca Perdagangan Riau Januari 2019 Surplus 846,47 Juta Dolar

Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom menerangkan mengenai ekspor-impor Riau. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom menerangkan mengenai ekspor-impor Riau. (Foto: Fitri Burhan)

Serantau Riau

Sabtu, 02 Maret 2019

Pekanbaru - serantauriau.news - Nilai ekspor Provinsi Riau pada Januari 2019 berkontribusi terhadap nasional sebesar 7,13 persen. 

Adapun neraca perdagangan Riau bulan Januari 2019, surplus sebesar US$ 846,47 juta. 

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom MM, ketika rilis berita resmi statistik, Jumat (1/3/2019).

Untuk nilai ekspor Riau pada Januari 2019 sebesar US$ 988,89 juta. Meskipun berkontribusi terhadap nasional sebesar 7,13 persen, nilai ekspor Riau mengalami penurunan 16,47 persen, dibanding ekspor Riau bulan Desember 2018. 

Ditambahkan Aden, demikian halnya untuk ekspor nonmigas Januari 2019, tercatat sebesar US$ 947,96 juta. Juga mengalami penurunan 3,98 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2018.

Sementara itu, secara year on year, nilai ekspor Riau Januari 2019 menurun sebesar 28,72 persen, dibanding ekspor Riau Januari 2018, yang mencapai US$ 1,39 miliar. Pun akan halnya ekspor nonmigas yang menurun sebesar 17,73 persen, dibanding ekspor nonmigas Januari 2018 yang mencapai US$ 1,15 miliar. 

Selama Januari 2019, nilai ekspor Riau mengalami penurunan sebesar 28,72 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, disebabkan turunnya ekspor Migas dan nonmigas masing-masing sebesar 82,59 persen serta 17,73 persen. 

Penurunan ekspor Migas disebabkan oleh turunnya ekspor minyak mentah sebesar 91,99 persen dan ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 8,10 persen. "Meskipun bahasanya Migas atau Minyak dan Gas, namun sebenarnya untuk Riau sektor minyak saja. Sebab sektor gas alam tidak ada di Riau," ulasnya.

Dari 10 golongan barang ekspor nonmigas terbesar bulan Januari 2019 dibanding Desember 2018, penurunan terbesar terjadi pada Kertas dan Karton sebesar US$ 19,47 juta, Bubur Kayu 

(Pulp) US$ 16,99 juta dan Berbagai Produk Kimia US$ 13,42 juta. Sedangkan kenaikan hanya terjadi pada Lemak dan Minyak Hewan/Nabati sebesar US$ 15,52 juta serta Bahan Kimia Organik US$ sebesar 2,95 juta.

Bulan Januari 2019 lalu, ekspor nonmigas ke 10 negara tujuan utama, memberikan kontribusi sebesar 70,81 persen terhadap total nilai ekspor nonmigas Riau. Dari sepuluh negara tujuan utama, lima di antaranya memberikan kontribusi terbesar. Yakni Tiongkok US$ 163,72 juta (17,27 persen), selanjutnya India US$ 154,31 juta (16,28 persen), Belanda US$ 65,84 juta (6,95 persen), Pakistan US$ 64,85 juta (6,84 persen) dan Mesir US$ 53,12 juta (5,60 persen). Kontribusi kelimanya mencapai 52,94 persen. Sedangkan lima negara lainnya memberikan kontribusi sebesar 17,87 persen. 

Aden melanjutkan, untuk nilai impor Riau Januari 2019 sebesar US$ 142,42 juta, mengalami kenaikan sebesar 24,14 persen dibanding impor Desember 2018. Demikian juga impor nonmigas Januari 2019 sebesar US$ 118,76 juta, mengalami kenaikan sebesar 9,75 persen dibanding impor nonmigas Desember 2018. 

"Kontribusi seluruh impor Riau terhadap nasional sebesar 0,95 persen," ungkap Aden, di kantornya. (FB)