Media Online serantauriau.news mengucapkan selamat merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah. Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita kembali kepada fitrah yang dirahmati dan diampuni dosa-dosanya, dilipatgandakan pahalanya, dan menjadi insan yang taqwa.***

Sakit Hati, Dosen Hack Database Kampus UIN Banten

Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten berhasil mengungkap kasus illeg akses atau hacking system database kampus tersebut. (Foto: Bidhum)

Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten berhasil mengungkap kasus illeg akses atau hacking system database kampus tersebut. (Foto: Bidhum)

Serantau Riau

Senin, 04 Maret 2019

Serang - serantauriau.news - Seorang dosen menjadi tersangka kasus illeg akses atau hacking system database kampus Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten.

Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten berhasil mengungkap kasus illeg akses atau hacking system database kampus tersebut.

Peretasan itu mengakibatkan sistem tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Seperti program akademik mahasiswa, sistem keuangan, bahkan gaji pegawai kampus UIN belum dapat diberikan. Dikarenakan sistem tidak dapat diakses.

Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto menerangkan bahwa dalam pengungkapan kasus peretasan ini, dibantu oleh tim Puslabfor Bareskrim Polri. Dengan melakukan investigasi secara ilmiah (Scientific Crime Investigation) untuk mencari jejak pelaku.

"Pelaku mencoba menghapus jejaknya. Namun pemeriksaan digital forensik lebih dalam masih dapat menemukan jejak pelaku dan bisa diamankan kurang dari dua hari," terang Rudi Hananto, dalam konferensi pers di aula Bidhumas Polda Banten, Senin (4/3/2019).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi mengungkapkan, DR (40) yang merupakan salah satu dosen UIN SMH Banten kepada penyidik mengakui alasannya melakukan peretasan dikarenakan sakit hati.

"Pelaku merasa sakit hati karena tidak dipercaya lagi memegang server absensi dan server SKP (Sistem Kinerja Pegawai). Ia dipindahtugaskan menjadi dosen. Untuk motif lainnya masih dilakukan pendalaman," ungkap Edy Sumardi.

Penyidik mengamankan barang bukti mackbook, handphone, hardisk eksternal dan satu unit fisik server yang kini berada di Puslabfor Bareskrim Polri.

Rektor UIN SMH Banten Faujul Iman mengatakan, secara mental dan psikis, pihak kampus sangat dirugikan. Hingga akses data tidak bisa terlayani.

"Kami langsung melaporkan kasus ini ke Polda Banten. Kami juga mengucapkan terima kasih atas penanganannya, mudah-mudahan ke depan bisa kembali berjalan dengan baik," harapnya.

Adapun, tersangka dijerat pasal 46 ayat (1), (2), (3) jo pasal 30 ayat (1), (2), (3) dan atau pasal 48 ayat (1) jo pasal 32 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (FB)