Media Online serantauriau.news mengucapkan tahniah dan sukses atas pelantikan Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi dan Wakil Gubernur Brigjen TNI  (Purn.) H Edy Natar Nasution oleh Presiden Ir H Joko Widodo di Istana Negara, 20 Februari 2019. Semoga Bumi Melayu Riau Menjadi Lebih Baik. ***

 

Barang Ilegal Masuk Selatpanjang Senilai Rp900 Juta Dilumat-lumatkan

Pemusnahan barang bukti dipimpin oleh Kepala Bea Cukai Bengkalis M Munif. Barang bukti hasil tangkapan 2017-2018 ini dilumatkan pakai alat berat dan dibakar. (Foto: REA)

Pemusnahan barang bukti dipimpin oleh Kepala Bea Cukai Bengkalis M Munif. Barang bukti hasil tangkapan 2017-2018 ini dilumatkan pakai alat berat dan dibakar. (Foto: REA)

Serantau Riau

Kamis, 14 Maret 2019

Selatpanjang - serantauriau.news - Barang pangan berupa makanan, buah-buahan dan minuman, rokok, Hp serta 

 atau laptop illegal dari luar negeri, hasil tangkapan Bea Cukai selama 2 tahun dimusnahkan, Rabu (13/3/2019).

Jumlahnya ribuan dan tak tanggung-tanggung, bernilai sekitar Rp900 juta.

Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Meranti H Said Hasyim menghadiri pemusnahan barang bukti, yang bertempat di halaman kantor bantu Bea dan Cukai Bengkalis di Selatpanjang ini.

Pemusnahan barang bukti dipimpin oleh Kepala Bea Cukai Bengkalis M Munif. Barang bukti hasil tangkapan 2017-2018 ini dilumatkan pakai alat berat dan dibakar.

Secara rinci, jenis barang yang dimusnahkan berupa rokok sebanyak 339.320 kotak senilai Rp137 juta, MMEA sebanyak 582 senilai Rp55 juta, Handphone 125 unit senilai Rp100 juta, notebook 90 unit senilai Rp135 juta, makanan dan minuman sebanyak 3.960 paket senilai Rp456,5 juta. Total rupiah senilai Rp884,7 juta. 

Diprediksi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp341,6 juta.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim mengaku sangat mendukung kegiatan pemusnahan barang bukti Bea Cukai tersebut. "Tentunya dalam rangka melindungi masyarakat dari barang impor illegal yang berbahaya bagi kesehatan dan menjaga stabilitas pasar dalam negeri. Khususnya di Kepulauan Meranti," terangnya.

Wabup juga menjelaskan keterkaitan yang erat antara Meranti dengan Tanjung Balai, Provinsi Kepri dan negara jiran Malaysia serta Singapura, dalam memasok barang pangan. Yakni makanan dan minuman, khususnya saat pelaksanaan iven-iven hari besar keagamaan.

Untuk itu, Wabup meminta kebijakan dari Bea Cukai dan instansi vertikal terkait lainnya agar tetap bersikap tegas. Namun dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang makanan, buah, minuman dari luar Meranti.

Sementara itu, seperti disampaikan Kepala Bea Cukai Bengkalis M Munif, didampingi pejabat Bea Cukai Selatpanjang Dhawir, sesuai dengan tugas dan fungsinya yang diamanatkan dalam UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Kepabeanan serta UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai Bea Tipe Madya Pabean C Bengkalis, dilaksanakan Revenue Collector, Community dan Industrial Assistent. Yakni sebagai bentuk transparansi pelaksanaan tugas Bea Cukai, khususnya dalam hal penindakan untuk mengajak masyarakat bersama pelaku usaha mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, menjalankannya secara legal, terutama dalam bidang ekspor-impor. Bea Cukai menggelar pemusnahan barang bukti hasil tangkapan sinergitas Bea Cukai, BPOM, kepolisian dan kejaksaan tahun 2017-2018 yang telah disahkan statusnya menjadi barang milik negara.

"Pemusnahan ini merupakan tugas Bea Cukai dalam bidang Community Protector, melindungi masyarakat dari barang impor yang dianggap mengganggu kesehatan," jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Kasipidum Kejari, Kompol Joni dari Polres Meranti, dari Balai POM Pekanbaru Afrizal, perwakilan Bea Cukai Provinsi Riau Catur serta tokoh masyarakat Meranti. (FB/REA)