Media Online serantauriau.news mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Ramadan 1440 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita mendapat rahmat dan ampunan serta amal ibadah kita dilipatgandakan dan diterima Allah SWT. Aamiin Yra.***

Informasi Pendaftaran Polri di Banten Diumumkan Lewat Talkshow Radio

Kasubid Penmas Bidhumas Polda Banten Kompol E Rupiadam menyampaikan tata cara pendaftaran calon anggota Polri. (Foto: Bidhum)

Kasubid Penmas Bidhumas Polda Banten Kompol E Rupiadam menyampaikan tata cara pendaftaran calon anggota Polri. (Foto: Bidhum)

Serantau Riau

Jumat, 15 Maret 2019

Serang - serantauriau.news - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali membuka pendaftaran, mulai Tamtama, Bintara dan Akpol di tahun 2019 ini.

Guna memberikan informasi kepada pemuda-pemudi Banten yang hendak menjadi anggota Polri, diumumkan lewat talkshow di Radio Pbs FM Serang, Kamis (14/3/2019).

Dalam talkshow, yang menjadi narasumber, Kompol E Rupiadam, Kasubid Penmas Bidhumas Polda Banten didampingi Iptu E Yudhiana selaku Paur Mitra Subid Penmas Bidhumas Polda Banten.

Talkshow dipandu oleh salah satu penyiar Radio Pbs FM, Rani.

Kasubid Penmas Bidhumas Polda Banten Kompol E Rupiadam menyampaikan tata cara pendaftaran calon anggota Polri.

"Pendaftaran anggota Polri kini telah dibuka. Pendaftaran dibuka secara terpadu. Dengan cara mendaftar secara online melalui wabsite www.penerimaan.polri.go.id, yang selanjutnya melakukan registrasi sesuai dengan pilihan, Akpol, Bintara dan Tamtama," ulasnya.

Verifikasi akan dilaksanakan di panitia daerah, yaitu Polda Banten. Dilanjutkan dengan tahapan seleksi.

Kompol Adam, panggilan akrabnya juga menjelaskan, batasan dalam pendaftaran calon anggota Polri adalah usia remaja.

"Untuk yang akan mendaftar Bintara, lulusan SMA minimal umur 17 tahun 6 bulan dan maksimal 21 tahun. Sedangkan Tamtama lulusan SMA minimal umur 17 tahun 8 bulan dan maksimal 22 tahun. Untuk Akpol, lulusan SMA minimal umur 16 tahun dan maksimal 21 tahun," paparnya.

Penerimaan Polri tidak dipungut biaya. Kepada masyarakat juga diminta untuk mempersiapkan dengan sebaik mungkin dan tidak percaya kepada oknum yang menjanjikan atau menjamin kelulusan calon pendaftar, dengan membayar sejumlah uang. (FB)