Media Online serantauriau.news menyampaikan tahniah kepada Bank Riau Kepri yang telah menapak usia ke-53, 1 April 2019. Semoga tetap berjaya sebagai Bank Kebanggaan Masyarakat Riau, dalam menumbuhkembangkan usaha. Dengan tiga layar terkembang, surut sejengkal pun kita berpantang! ***

 

Ketupat Lontong Sayur Sebabkan Inflasi Riau Bulan Lalu

Kepala BPS Riau Aden Gultom berinteraksi bersama instansi pemerintahan seperti dari Bappeda, Bank Indonesia, instansi pemerintahan lainnya serta wartawan, ketika berita resmi statistik di kantornya. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS Riau Aden Gultom berinteraksi bersama instansi pemerintahan seperti dari Bappeda, Bank Indonesia, instansi pemerintahan lainnya serta wartawan, ketika berita resmi statistik di kantornya. (Foto: Fitri Burhan)

Serantau Riau

Senin, 01 April 2019

Pekanbaru - serantauriau.news - Tidak disangka-sangka, ketupat atau lontong sayur menjadi salah satu penyebab inflasi di Riau. Pada Maret lalu, harga lontong sayur ternyata cukup tinggi hingga jadi penyebab inflasi. 

Selain ketupat atau lontong sayur yang jadi sarapan andalan masyarakat Riau, komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara 

lain bawang merah, angkutan udara, udang basah, bawang putih, mie kering instan, mobil, cabai merah, gula 

pasir dan petai.

"Pada Maret 2019, Riau mengalami inflasi 0,11 persen dengan Indeks 

Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,30," terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Ir Aden Gultom MM, saat rilis berita resmi statistik Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Riau, Senin (1/4/2019).

"Juga Maret 2019 lalu, untuk deflasi tahun kalender (Januari - Maret 2019) sebesar -0,29 persen dan Inflasi Year on Year (Maret 2019 terhadap Maret 2018) sebesar 1,30 persen," papar Aden, di lantai 2 kantor BPS Riau Jalan Patimura Gobah Pekanbaru.

Sementara itu, lanjut Aden, komoditas yang memberi andil deflasi di Riau, antara lain beras, tarif listrik, ikan serai, telur ayam ras, tomat sayur, ikan gabus, daging ayam ras.

Secara rinci, inflasi Riau Maret 2019 terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,31 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa komunikasi sebesar 0,18 persen, kelompok sandang sebesar 0,13 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,07 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga sebesar 0,02 persen. Sedangkan satu kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen. 

Untuk tingkat nasional, Maret 2019 juga terjadi inflasi di Negara Indonesia sebesar 0,11 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 135,87. 

"Memang angkanya persis sama dengan angka inflasi nasional," sebut Aden.

Dikatakan Kepala BPS RI DR Suhariyanto, ketika teleconference berita resmi statistik di Kantor BPS Riau, inflasi negara terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,21 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,11 persen, kelompok sandang sebesar 0,23 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga sebesar 0,06 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen. (FB)