Media Online serantauriau.news mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Ramadan 1440 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita mendapat rahmat dan ampunan serta amal ibadah kita dilipatgandakan dan diterima Allah SWT. Aamiin Yra.***

Irwasda Polda Riau Pimpin Apel Serpas Pam TPS

Apel dipimpin Irwasda Polda Riau Kombes Pol MZ Muttaqien SIK SH MAP selaku Ketua Tim Pamatwil Polda Riau. (Foto: Hms Polres Kampar)

Apel dipimpin Irwasda Polda Riau Kombes Pol MZ Muttaqien SIK SH MAP selaku Ketua Tim Pamatwil Polda Riau. (Foto: Hms Polres Kampar)

Khairunnisa

Senin, 15 April 2019

Bagansiapiapi - serantauriau.news - Senin (15/4/2019) pukul 07.30 WIB, bertempat di lapangan upacara Mapolres Kampar dilaksanakan apel Pergeseran Pasukan (Serpas) personel BKO Polda dan personel Polres Kampar.

Para personel ini merupakan pasukan Pengamanan Tempat Pemungutan Suara (Pam TPS) Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019.

Pelaksanaan untuk Wilayah Hukum Polres Kampar.

Hadir pada apel ini, Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH dan anggota Tim Pamatwil Polda Riau, yakni Dirlantas Polda Riau Kombes Pol FX Bhirawa Braja Paksa SIK, Kabid TI Polda Riau Kombes Pol Adang Suherman MSi, Kabid Dokkes Polda Riau Kombes Pol dr Adang Azhar dan anggota Timsus Polda Riau untuk Polres Kampar.

"Peserta apel terdiri dari personel BKO Polda Riau dan Polres Kampar yang akan melaksanakan pengamanan TPS, di wilayah hukum Polres Kampar serta personel BKO Brimob Polda Riau," sebut Irwasda Polda Riau Kombes Pol MZ Muttaqien SIK SH MAP selaku pimpinan apel.

"Salah satu tugas kita dalam Pemilu ini adalah pengamanan TPS yang meliputi pendistribusian kotak suara, surat suara serta mengamankan pelaksanaan proses pemungutan suara dan penghitungan suara," ucapnya.

Personel Polri, lanjutnya, hanya mengamankan lokasi di luar TPS. Kecuali bila diminta oleh pihak penyelenggara, dalam hal-hal tertentu yang membutuhkan bantuan petugas kepolisian untuk mengamankan selain di luar TPS.

"Jadi prioritaskan pengamanan kotak suara beserta surat suara dan antisipasi semua potensi kerawanan, gangguan pada pelaksanaan pemungutan suara maupun penghitungan suara," pintanya. (NSA)