Kemerdekaan itu adalah situasi di mana kita terlepas dari cengkraman penjajahan bangsa lain secara ekonomi dan politik. Jangan hanya teriak merdeka, bila kita masih terjajah.  Dengan semangat 45: Dirgahayu Kemerdekaan RI ! Semoga kita menjadi bangsa berdaulat, sejahtera secara utuh dan menyeluruh, berjalan dengan kepala tegak di atas kaki sendiri. Insyaallah. #BerkaryaNegeriMaju

Dihujani Aspirasi, Edi Mashudi Terima Kelurah Masyarakat

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Edi Mashudi SPdi MSi, saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Bupati Meranti, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Edi Mashudi SPdi MSi, saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Bupati Meranti, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

Serantau Riau

Sabtu, 11 Mei 2019

Selatpanjang - serantauriau.news - Terjun ke lapangan mendengarkan aspirasi masyarakat menjadi agenda penting dilakukan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Edi Mashudi SPdi MSi. Tidak hanya sekedar berkunjung menemui masyarakat, politisi PPP Kabupaten Kepulauan Meranti ini pun kembali dihujani berbagai keluhan yang menjadi aspirasi masyarakat di Kecamatan Pulau Merbau. 

Edi mengungkapkan,  tujuan utama reses adalah harapan masyarakat dalam proses pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemkab Kepulauan Meranti dan bagaimana harapan mereka ke depannya.

Salah satu aspirasi yang ditampung pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi 1 DPRD Kepulauan Meranti ini di antaranya adalah fasilitas jalan menuju Dermaga Semukut dan Jembaan Selat Rengit (JSR). 

Pada Tahun 2019 ini, menurut Edi, pembangunan penambahan fasilitas di Dermaga Desa Semukut Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Riau diharapkan masyarakat dapat segera dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui instansi terkait,  yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti, dengan membangun penambahan fasilitas berupa jalan di sekitar area Dermaga Semukut tersebut.

Hal itu mengingat pembangunan Dermaga di Desa Semukut sudah siap 100 persen pada tahun 2018 lalu.

"Masyarakat Pulau Merbau berharap agar fasilitas jalan dari jalan utama menuju dermaga dapat segera dilakukan pembangunannya," ujar Edi. 

Fasilitas yang dimaksud,  menurut Edi, sangat diperlukan untuk kemudahan dalam pelayanan pengguna transportasi laut maupun operasional  penyeberangan Kempang Semukut - Mekong. 

Di samping itu, dirinya juga berharap agara ke depannya pihak Dishub Kepulauan Meranti dapat berkoordinasi dengan pihak Desa Semukut terkait opersional dermaga penyeberangan kempang. "Diharapkan Dishub bisa berkoordinasi dengan pemerintah desa," harap Edi. 

Terkait pembangunan Jembatan Selat Rengit (JSR) yang sempat terhenti pada tahun 2014 silam, Edi berharap, dapat segera dilanjutkan kembali. 

"Kalau jembatan ini  dibangun dengan begitu maksimal, diharapkan program merangkai pulau dan mengentas kemiskinan di Pulau Merbau bisa secepatnya tuntas, " ujar politisi PPP Kabupaten Kepulauan Meranti ini kemarin. 

Menurut Edi,  untuk melanjutkan kembali pembangunan JSR tersebut, pemerintah daerah telah melakukan penghitungan ulang karena setelah dilakukan Review Design terjadi peningkatan biaya yang sebelumnya menelan anggaran Rp447 miliar, kini membengkak dan akan menelan biaya sebesar Rp670 miliar.

"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kabarnya sudah menghitung ulang," kata Edi.

Edi menyampaikan, pembangunan JSR ke depannya bisa dilaksanakan dan dituntaskan. "Jembatan itu harus siap, mudah-mudahan tidak lagi ada kegagalan dalam pelaksanaan pembangunannya nanti," ungkapnya.

Dikatakan Edi, Pulau Merbau adalah basis masyarakat miskin di Kepulauan Meranti. Dan rencana pembangunan infrastuktur itu akan menjadi perintis kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di pulau tersebut.

"Kita memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut," tutur Edi. ***(adv/eko