serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Masyarakat Diminta Proaktif Awasi Coklit

Mardius Adi Saputra.

Mardius Adi Saputra.

Irwan S Benai

Selasa, 23 Januari 2018

Talukkuantan - serantauriau.news - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang melakukan tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih (Mutarlih). Untuk itu, pengawasan tetap harus dilakukan.

Hal ini dipaparkan Ketua Panwaslu Kabupaten Kuantan Singingi Mardius Adi Saputra SH. Ia mengajak masyarakat berperan aktif melakukan pengawasan tahapan yang akan menentukan kepastian jumlah pemilih tersebut.

"Pemilihan Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau 2018 tidak lama lagi. Sekarang Coklit pemutakhiran data pemilih oleh KPU. Jadi masyarakat harus proaktif mengawasinya," ucap Mardius, Selasa (23/1/2018) kepada serantauriau.news.

Menurutnya, pengawasan ini bukan hanya tugas Panwaslu semata. Akan tetapi tugas bersama. Dalam hal ini masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Agar pesta demokrasi Provinsi Riau nantinya berjalan dengan baik.

"Yang punya hak memilih bisa terdaftar, itu harus dipastikan bersama,” ujar Mardius, di kantornya.

Putra kelahiran Pulau Komang Sentajo ini menambahkan, Panwaslu desa pada 229 kelurahan/desa juga sudah turun gunung bersama melakukan pengawasan pemutakhiran data pemilih. Dengan di-back up oleh Panwascam dan Panwaslu Kabupaten Kuantan Singingi.

“Panwaslu desa kita mengawasi petugas KPU. Dalam hal ini PPDP apakah benar-benar melakukan tugasnya melakukan coklit dengan betul atau tidak. Panwaslu desa akan mendatangi setiap rumah warga kita, Panwaslu desa juga sudah dibekali alat kerja pengawasan pemutakhiran data pemilih ini, yang harus dilaporkan ke Panwaslu kecamatan," ulasnya.

Kemudian Panwaslu kecamatan memiliki alat kerja yang harus dilaporkan ke Panwaslu kabupaten. "Begitu juga kita,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika masyarakat menemukan ada wajib pilih yang tidak terdaftar pada data pemilih, supaya segera melaporkan ke Panwaslu desa/kelurahan. Untuk ditindaklanjuti ke Panitia Pemungutan Suara (PPS).