Media Online serantauriau.news mengucapkan selamat merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah. Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita kembali kepada fitrah yang dirahmati dan diampuni dosa-dosanya, dilipatgandakan pahalanya, dan menjadi insan yang taqwa.***

Gubri Ingin Gemakan Wakaf Tunai Di Riau

Ide wakaf tunai Gubri Syamsuar ini masih digodok dan dikaji bagaimana penerapannya. Diyakini, ide wakaf tunai sangat bermanfaat, tidak hanya bagi pewakaf tapi juga untuk sosial. (Foto: MCR)

Ide wakaf tunai Gubri Syamsuar ini masih digodok dan dikaji bagaimana penerapannya. Diyakini, ide wakaf tunai sangat bermanfaat, tidak hanya bagi pewakaf tapi juga untuk sosial. (Foto: MCR)

Serantau Riau

Jumat, 24 Mei 2019

Pekanbaru - serantauriau.news - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar ingin lahirkan wakaf tunai di Riau. Diharapkan, melalui ide wakaf tunai ini bisa bergema bahkan menjadi salah satu penggerak ekonomi.

Ide wakaf tunai ini masih digodok dan sedang dilakukan kajian bagaimana penerapan ide tersebut nantinya. Diyakini, ide wakaf tunai sangat bermanfaat, tidak hanya bagi pewakaf tapi juga untuk sosial.

"Wakaf tunai ini adalah wakaf uang. Memang ini belum banyak orang tahu. Makanya, kita harapkan melalui bulan suci Ramadan ini, nanti bisa bergema di Riau dan bagi mereka yang banyak rezeki," kata Syamsuar, Kamis (23/5/2019).

Secara rinci, Syamsuar belum menggambarkan konkret bagaimana ide wakaf tunai yang diharapkannya nanti bisa menjadi pengerak ekonomi. Namun menurut dia, melalui hasil yang didapat dari wakaf tunai tersebut. Bisa digunakan untuk kemaslahatan orang banyak.

"Misalnya nanti kita ingin mendirikan perguruan tinggi atau juga pondok pesantren dan ini bisa menggunakan dana wakaf tunai. Semua orang bisa berwakaf," ujar Syamsuar.

Meski begitu, mantan Bupati Siak ini menyatakan wakaf tunai bukan berarti yang nilainya besar. Siapa pun bisa mewakafkan harta maupun uang, yang ditunjukkan untuk kepentingan sosial.

"Tapi wakaf tunai bukan berarti yang nilainya besar, dengan uang 1000 rupiah pun sudah mewakafkannya. Kalau wakaf ini kan sampai mati pun terus ada pahala. Jadi ini pun bisa untuk menggerakan perekonomian. Diharapkan kajian ini nanti ada gerakan masif," papar Syamsuar lagi. (MCR/mtr)