Bapak Demokrasi Bangsa yang Reformis itu telah berpulang ke Rahmatullah, seiring dengan seruan Azan Maghrib, Rabu (11/9/2019) di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Jenazah dikebumikan Kamis (12/9/2019) di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. Selamat jalan Prof DR Ing BJ Habibie, semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan husnul khotimah. Kami turut berduka dan Dunia Iptek pun kehilangan ilmuwan terpandang yang akan selalu dikenang. ***

Pemprov Riau & ACI Bahas Survey Daya Saing Riau Secara Nasional

Pemprov Riau mengadakan pertemuan dengan Asia Competitive Institute (ACI) membahas survei tentang daya saing provinsi se-Indonesia 2019. (Foto: MCR)

Pemprov Riau mengadakan pertemuan dengan Asia Competitive Institute (ACI) membahas survei tentang daya saing provinsi se-Indonesia 2019. (Foto: MCR)

Serantau Riau

Selasa, 28 Mei 2019

Pekanbaru - serantauriau.news -Pemerintah Provinsi Riau mengadakan pertemuan dengan Asia Competitive Institute (ACI) yang membahas survei tentang daya saing provinsi-provinsi di Indonesia 2019 di ruang rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Kamis (23/5/2019).

Pertemuan yang dipimpin Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Riau Arbaini serta dihadiri perwakilan dari ACI Doris, dan beberapa perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Tujuan pertemuan  adalah penyempurnaan dari data-data survei yang dilakukan ACI serta menyampaikan informasi atau hasil kajian dalam penyusunan data dan profil daya saing di Indonesia khususnya Provinsi Riau.

Kepala Balitbag Provinsi Riau Arbaini dalam sambutannya mengungkapkan, melalui pertemuan ini diharapkan dapat memberikan masukan-masukan atau tambahan data yang diperlukan atau hal-hal yang perlu dipertanyakan.

Sebagaimana dikatahui, ACI sendiri bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dalam hal perizinan.

Arbaini juga mengharapkan ke depannya Balitbang Provinsi Riau dapat terlibat karena pihaknya dalam hal penelitian-penelitian seperti ini telah terbiasa melakukannya.

"Kami melakukannya bersama Kemenristekdikti. Kita juga sudah melakukan riset selama 2 tahun," ujar Arbaini.

Lebih lanjut siungkapkan, tahun ini pihaknya masih melakukan sosialisasi dalam waktu dekat ini. Ia berharap adanya kolaborasi antara apa yang sudah dilakukan oleh ACI dengan apa yang dilakukan Kemenrisetekdikti, apakah ada kesamaan data atau perbedaan.

"Kiranya ada masukan-masukan atau temuan-temuan yang diperoleh agar menjadi acuan untuk meningkatkan daya saing kita ke depannya bersama-sama," ungkapnya.

Dalam pertemuan ini, ACI yang diwakili Doris menyatakan, pihaknya adalah suatu institut peneliti yang setiap tahun akan membuat seni daya saing atau penelitian-penelitian di negara-negara Asia, seperti Cina, india, maupun ada di Indonesia.

"Setiap tahun kami akan pergi ke 34 provinsi di Indonesia untuk membuat seni daya saing ini," tuturnya.

Doris menjelaskan, tujuan penelitian ACI adalah untuk melihat kondisi daya saing di seluruh provinsi di Indonesia untuk membantu merumuskan strategi pembangunan yang tepat serta melihat apakah ada kenaikan atau pun penurunan yang ada di 34 provinsi di Indonesia.

Dikatakan Doris, kunjungan ACI ini bukanlah kunjungan pertama kalinya. Setiap tahunnya ACI melakukan kunjungan dan memberikan data-data terkait survei yang mereka lakukan setiap tahunnya, dan akan diterbitkan menjadi sebuah buku setiap tahunnya.

Dari pemaparan temuan yang dilakukan ACI, terungkap bahwa Provinsi Riau berada di peringkat ke-11 dalam daya saing keseluruhan di tahun 2019. Hal ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-13 se-Indonesia. Sementara berdasarkan kenaikan peringkat dalam ruang lingkup pemerintahan dan institusi publik, dari peringkat ke 17 menjadi ke-13 se-Indonesia.

Untuk kondisi finansial, bisnis, dan tenaga kerja, dari peringkat ke-11 menjadi peringkat ke-10 se-Indonesia. Kualitas hidup dan pembangunan infrastruktur, dari peringkat ke-15 menjadi peringkat ke-14 se-Indonesia. Selain kenaikan ada juga penurunan yaitu dalam lingkup stabilitas ekonomi makro, dari peringkat 6 menjadi peringkat 7 se-Indonesia.

Berdasarkan pemaparan tersebut ACI juga menyatakan kekuatan Provinsi Riau berada di kukuh ekonomi dan produktivitas serta tatalaksana pemerintahan, sedangkan kelemahannya ada di infrastruktur fisik dan kinerja perusahaan dan pertumbuhan ekonomi.

ACI juga memberikan rekomendasi untuk mendorong perusahaan giat terutamanya kinerja dan inovasi perusahaan serta menguatkan kualitas dan ketersediaan infrastruktur khususnya yang terkait listrik, jaringan pipa air dan sarana umum lainnya. (MCR/afq)