Bapak Demokrasi Bangsa yang Reformis itu telah berpulang ke Rahmatullah, seiring dengan seruan Azan Maghrib, Rabu (11/9/2019) di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Jenazah dikebumikan Kamis (12/9/2019) di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. Selamat jalan Prof DR Ing BJ Habibie, semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan husnul khotimah. Kami turut berduka dan Dunia Iptek pun kehilangan ilmuwan terpandang yang akan selalu dikenang. ***

Wagub Pimpin Upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Muara Takus 2019

Apel Gelar Pasukan diawali  pemeriksaan pasukan dan penyematan tanda pita kepada perwakilan satuan oleh Wakil Gubernur Riau bersama Kapolda Riau dan Danrem 031/WB.(Foto: MCR)

Apel Gelar Pasukan diawali pemeriksaan pasukan dan penyematan tanda pita kepada perwakilan satuan oleh Wakil Gubernur Riau bersama Kapolda Riau dan Danrem 031/WB.(Foto: MCR)

Serantau Riau

Sabtu, 01 Juni 2019

Pekanbaru - serantauriau.news -Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution memimpin Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Muara Takus 2019, di halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (28/5/2019). Operasi Ketupat Muara Takus 2019 ini dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Upacara diikuti oleh TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, PLN, Satuan Polisi Pamong Praja, serta undangan lainnya.

Turut hadir pula Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di antaranya Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muhammad Fadjar, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, Kajati Riau Uung Abdul Syakur, Kepala Badan Narkotika Nasional Brigjen Drs Untung Subagyo.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan dan penyematan tanda pita kepada perwakilan satuan oleh Wakil Gubernur Riau bersama Kapolda Riau dan Danrem 031/WB.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Riau menyampaikan amanat Kapolri terkait atensi Operasi Ketupat 2019 di seluruh wilayah Indonesia.

Wagub memaparkan, Operasi Ketupat 2019 ini akan digelar selama 13 hari, mulai Rabu dini hari pada 29 Mei hingga 10 Juni 2019.

"Saya memiliki keyakinan dan harapan dalam operasi ketupat yang dilakukan pada 2018, akan dapat ditingkatkan di tahun 2019 ini. Polri didukung TNI dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2019 akan bekerja keras dan menggerakan seluruh sumber daya dalam pengamanan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2019," ungkapnya.

 

Berbagai upaya menjelang operasi ini juga sudah dilaksanakan dengan sangat baik. "Selain itu infrastruktur pendukung juga sudah dipersiapkan secara optimal oleh pemerintah, mulai dari tol trans Jawa dan tol trans Sumatera, pelabuhan udara maupun laut, serta jalan dan infrastruktur pendukung lainnya," papar Wagub.

Operasi Ketupat 2019 akan diselenggarakan di 34 Polda dengan 11 Polda prioritas. Yaitu Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DIY, Polda Jawa Timur, Polda Banten, Polda Lampung, Polda Sumatra Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Polda Bali, dan Polda Papua, dengan melibatkan 160.335 personel gabungan, terdiri atas 93.589 personel Polri, 13.131 personel TNI, 18.906 personel Kementerian dan Dinas terkait, 11.720 personel Satpol PP, 6.913 personel Pramuka, serta 16.076 personel organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Objek pengamanan dalam Operasi Ketupat Tahun 2019, antara lain berupa 898 terminal, 379 stasiun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3.097 pusat perbelanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata, dan akan digelar 2.448 Pos Pengamanan, 764 Pos Pelayanan, 174 Pos Terpadu, dan 12 lokasi check point sepeda motor, pada pusat aktivitas masyarakat, lokasi rawan gangguan Kamtibmas, serta lokasi rawan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. (MCR/AFQ)