Salam Tahniah atas Pengukuhan Majelis dan Pengurus FKPMR oleh Presiden Penyair Indonesia Datuk Seri Sutardji Calzoum Bachri, di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, Ahad (10/11/2019). Semoga FKPMR, yang dinakhodai DR Drh H Chaidir MM, berjaya mengarungi samudera lepas, mengangkat batang terendam dan menjulang marwah negeri sampai kepada tujuan menyejahterakan Masyarakat Melayu Riau. Berkarya Majukan Negeri. Aamiin Yra.***

Apkasindo Silaturahmi Dengan Gubernur Riau

Silaturahmi Apkasindo ke kediaman Gubri menyampaikan empat hal yang menjadi permasalahan petani kelapa sawit di Riau. (Foto: MCR)

Silaturahmi Apkasindo ke kediaman Gubri menyampaikan empat hal yang menjadi permasalahan petani kelapa sawit di Riau. (Foto: MCR)

Serantau Riau

Rabu, 03 Juli 2019

Pekanbaru - serantauriau.news - Apkasindo Riau bersilaturahmi dengan Gubernur Riau Syamsuar di kediaman Gubernur Riau, Ahad (16/6/2019). Hadir dalam acara silaturahmi, Ketua DPP Apkasindo Gukat Manurung, seluruh ketua DPD Apkasindo Kabupaten/Kota se-Riau, dan Gubrk didampingi Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Ferry HC.

Selain memperkenalkan ketua DPD Apkasindo Kabupaten/Kota se Riau, Katua DPP Apkasindo Gulat Manurung juga curhat mengenai anjloknya harga sawit yang cukup meresahkan anggota Apkasindo di seluruh Indonesia.

Silaturahmi yang dilakukan Apkasindo bersama Gubernur Riau ini diharapkan akan dapat memberikan solusi berupa angin segar bagi petani kelapa sawit Riau swadaya di Riau khususnya.

Gulat menerangkan bahwa dari lebih 4 juta ha kebun sawit di Riau, 2,1 juta hektarnya adalah milik petani swadaya di Riau. 1 juta hektarnya masih berada di kawasan hutan.

"Saya berharap Gubernur Riau mau memberikan kebijakan-kebijakan yang dapat membantu petani sawit yang lahannya masih berada di kawasan hutan," terangnya.

Menurut Dia, ada 4 hal yang dicurhatkan Apkasindo Riau. Pertama masalah kebun sawit rakyat yang berada di kawasan hutan yang memicu konflik perkebunan. Kedua, masalah perlindungan harga TBS sawit melalui pergub. Ketiga adalah masalah peremajaan sawit rakyat dan sarana prasarana.

"Terakhir adalah meminta Pemprov Riau memfasilitasi penguatan kelembagaan asosiasi perkebunan," kata Gulat Manurung.

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, Pemprov Riau memberikan apresiasi kepada Apkasindo Riau. Menurut dia, Pemprov Riau akan menjalankan kebijakan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

"Untuk itu, perlu memang dilakukan pembahasan secara bersama oleh pihak terkait yang harus menaungi seluruh elemen," terangnya.

Terkait harga, banyak kaitannya demgan faktor lingkungan. Jika aturan kelestarian lingkungan dijalankan oleh petani, menurut Gubri, maka harga akan bagus.

Gubri menambahkan, pemerintah memang perlu adanya industri untuk mengubah Crude Palm Oil (CPO) menjadi bahan bakar minyak (BBM). Karena menurut Gubri Indonesia masih memerlukan BBM.

"Sudah waktunya petani punya Pabrik Kelapa Sawit. Sudah waktunya petani memiliki industri hilir sawit," katanya.

Gubri mengatakan bahwa dengan kedekatan Ketua Apkasindo dengan pemerintah pusat, bisa melobi fasilitas pemerintah pusat untuk membangun Pabrik Kelapa Sawit di Riau. Termasuk membangun industri hilir sawit di Riau. (MCR/Adv)