serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Sekda Dianto Mampanini Hadiri Rakornas Karhutla 2019 di Istana

Bersama Sekda juga turut menghadiri Rakornas Karhutla Dandim 0302 Inhu-Kuansing, Letkol Arh Hendra Roza SIP, Kapolres Kuantan Singingi AKBP M Mustofa SIK MSi, Gubri, bupati/walikota serta Dandim dan Kapolres se-Riau. (Foto: Hms Pemkab Kuansing)

Bersama Sekda juga turut menghadiri Rakornas Karhutla Dandim 0302 Inhu-Kuansing, Letkol Arh Hendra Roza SIP, Kapolres Kuantan Singingi AKBP M Mustofa SIK MSi, Gubri, bupati/walikota serta Dandim dan Kapolres se-Riau. (Foto: Hms Pemkab Kuansing)

Irwan S Benai

Selasa, 06 Agustus 2019

Telukkuantan - serantauriau.news - Sekretaris Daerah (Sekda) Dianto Mampanini, Selasa (6/8/2019) mengikuti  acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Istana Negara Jakarta.

Bersama Sekda juga turut menghadiri Rakornas Karhutla tersebut Dandim 0302 Inhu-Kuansing, Letkol Arh Hendra Roza SIP, Kapolres Kuantan Singingi AKBP M Mustofa SIK MSi, Gubri, bupati/walikota serta Dandim dan Kapolres se-Riau. 

Dalam Rakor Karhutla ini, baik dari kementerian, gubernur, Kapolda, bupati/walikota Dandim dan Kapolres yang hadir mendengarkan arahan dari Presiden RI Joko Widodo. 

Sekda menyampaikan, Pesiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Menko Polhukam Wiranto Menteri LHK Siti Nurbaya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menyampaikan bahwa presiden meminta Forkopimda di daerah untuk bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam mengatasi Karhutla sehingga sebesar apapun api yang ada bisa dipadamkan.

Karena kerugian akibat Karhutla pada tahun 2015 silam mencapai Rp 221 T dan lahan yang terbakar mencapai luas 2,6 juta hektare. Untuk itu kejadian serupa jangan terulang kembali.

Kendati jumlah Karhutla di tahun 2019 ini sudah berkurang namun hotspot (titik panas) dibanding 2018 cendrung naik. Karena itu presiden mengingatkan perlu kewaspadaan semua pihak.

Dalam arahannya, lanjut Sekda, presiden menekankan empat hal. Pertama, prioritas pencegahan melalui patroli dan deteksi dini. Kedua, penataan ekosistem gambut bagaimana caranya agar tanah gambut tetap basah. Ketiga, segera lakukan pemadaman bilamana ada api dan lakukan pemadaman sebelum api menjadi besar. Keempat, langkah gakkum  terus konsisten dan ditingkatkan.

Sementara itu, lanjut Sekda, khusus untuk Kabupaten Kuantan Singingi patut disyukuri karena sampai sekarang belum ada terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kendati demikian perlu kehatian-hatian semua pihak agar kondisi ini benar-benar tetap terjaga. 

"Selepas Rakornas ini nanti kita akan berkoordinasi dengan Forkopimda. Setidaknya kita melakukan upaya-upaya protektif agar kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kuansing pada tahun 2019 ini tidak ada sama sekali," tutup Sekda. (ISB/RLS)