Salam Tahniah atas Pengukuhan Majelis dan Pengurus FKPMR oleh Presiden Penyair Indonesia Datuk Seri Sutardji Calzoum Bachri, di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, Ahad (10/11/2019). Semoga FKPMR, yang dinakhodai DR Drh H Chaidir MM, berjaya mengarungi samudera lepas, mengangkat batang terendam dan menjulang marwah negeri sampai kepada tujuan menyejahterakan Masyarakat Melayu Riau. Berkarya Majukan Negeri. Aamiin Yra.***

Bulan Lalu, Riau Inflasi 0,22 Persen

Kepala BPS Riau yang baru saja menjabat, Drs Misfaruddin MSi (berkopiah hitam) memaparkan tentang inflasi Riau, yang dirincikan di layar slide. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS Riau yang baru saja menjabat, Drs Misfaruddin MSi (berkopiah hitam) memaparkan tentang inflasi Riau, yang dirincikan di layar slide. (Foto: Fitri Burhan)

Fitri Burhan

Senin, 02 September 2019

Pekanbaru - serantauriau.news - Sebagaimana bulan-bulan sebelumnya, cabai merah masih menjadi pemicu inflasi di Provinsi Riau.

Hal itu dinyatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Drs Misfaruddin MSi, Senin siang (2/9/2019). 

"Agustus lalu, Riau mengalami inflasi 0,22 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 141,02," terang kepala BPS Riau yang baru menjabat ini, ketika berita resmi statistik, di lantai 2 Kantor BPS Riau Jalan Patimura Gobah Pekanbaru.

Ditambahkannya, komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain, selain cabai merah, tarif sekolah dasar, emas perhiasan, buncis, tarif sekolah menengah pertama, semen, telur ayam ras, kentang, cabai hijau, cabai rawit.

Inflasi sebesar 0,22 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, yang mengalami inflasi sebesar 1,38 persen. Sedangkan untuk kelompok sandang sebesar 0,94 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,48 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen. Untuk kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar -0,46 persen.

"Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi, bawang merah, daging ayam ras, angkutan udara, tomat sayur, bayam, ayam hidup, tomat buah serta jeruk," paparnya.

Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, hanya Kota Pekanbaru yang mengalami inflasi. Yakni sebesar 0,36 persen. Kota Dumai dan Kota Tembilahan mengalami deflasi masing-masing sebesar -0,25 persen dan -0,33 persen. (FB)