Bapak Demokrasi Bangsa yang Reformis itu telah berpulang ke Rahmatullah, seiring dengan seruan Azan Maghrib, Rabu (11/9/2019) di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Jenazah dikebumikan Kamis (12/9/2019) di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. Selamat jalan Prof DR Ing BJ Habibie, semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan husnul khotimah. Kami turut berduka dan Dunia Iptek pun kehilangan ilmuwan terpandang yang akan selalu dikenang. ***

"Boking Via Online", Polisi Amankan Dua Wanita Pekerja Seks "Threesome"

Saat dilakukan penggerebekan, wanita yang diamankan yakni SR (24) dan SH (34) kepada petugas mengaku melayani jasa seks threesome atau satu laki-laki dengan dua perempuan. (Foto: Bidhum)

Saat dilakukan penggerebekan, wanita yang diamankan yakni SR (24) dan SH (34) kepada petugas mengaku melayani jasa seks threesome atau satu laki-laki dengan dua perempuan. (Foto: Bidhum)

Serantau Riau

Rabu, 04 September 2019

Serang - serantauriau.news - Satreskrim Polres Serang Kota mengamankan dua wanita yang diduga pekerja seks komersial di salah satu hotel di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kabupaten Serang, Selasa (3/9/2019) malam.

Saat dilakukan penggerebekan, wanita yang diamankan yakni SR (24) dan SH (34) kepada petugas mengaku melayani jasa seks threesome atau satu laki-laki dengan dua perempuan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi P SIK MH kepada awak media membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Dua wanita diamankan, saat ini yang bersangkutan diamankan di Mapolres Serang Kota dalam upaya penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan jasa prostitusi online," kata Kombes Pol Edy Sumardi, saat dikonfirmasi, Rabu (4/9/2019) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengatakan aksi penggerebakan selasa malam itu berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya sebuah jasa layanan seks komersial tersebut.

Saat dilakukan penggerebekan, dua pekerja seks komersial tersebut sedang menunggu seorang pria yang diduga sebagai pengguna jasanya.

"Tadi malam kita melakukan penggerebekan secara paksa hotel tersebut. Saat itu, mereka (SH/SR) tanpa menggunakan sehelai pakaian apapun dan mengaku sedang menunggu seorang pria pengguna jasanya," ujar AKP Ivan Adhitira.

Adapun modus yang mereka lakukan, lanjut Ivan, dengan cara memanfaatkan media sosial dan menyebarkan informasi lengkap tarif dan durasi layanan jasa threesome ini.

"Dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan jasa seks threesome yang mereka layani. Ada tiga tarif dan harganya bervariasi mulai dari Rp 1 juta sampai Rp3 juta," lanjut Ivan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, SH dan SR bukan merupakan warga setempat atau wilayah Provinsi Banten. Kepada petugas, SH berperan sebagai mucikari. Sementara SR menerima booking order (BO) dan mendapatkan pelanggan dari SR.

"Mereka mengaku berasal dari Jakarta. Dalam kasus ini masih kita selidiki apakah melibatkan seseorang lainnya atau tidak," ungkapnya. (*/FB)