Selamat Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriyah./ 24 Mei 2020 Masehi. Selamat merayakan hari kemenangan dan kembali kepada insan yang fitri, hasil tempaan bulan suci Ramadan. Minal Aidin Walfaizin, Maaf Lahir dan Batin.***

Tujuh Petisi Mahasiswa Untuk Gubri dan Kapolda

Ribuan mahasiswa perguruan tinggi di Riau menyampaikan petisi seputar penanganan Karhutla dan arogansi penegak hukum, kepada Gubernur Riau dan Kapolda Riau. (Foto: MCR)

Ribuan mahasiswa perguruan tinggi di Riau menyampaikan petisi seputar penanganan Karhutla dan arogansi penegak hukum, kepada Gubernur Riau dan Kapolda Riau. (Foto: MCR)

Serantau Riau

Kamis, 03 Oktober 2019

Pekanbaru - serantauriau.news -  Aksi ribuan mahasiswa gabungan Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) se-Riau akhirnya diterima Gubernur Riau Syamsuar dan Kapolda Riau yang baru, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Kamis petang (3/10/2019).
 
Mahasiswa melalui koordinator lapangan (Korlap) Zikri menyampaikan tujuh petisi. Ada pun ketujuh petisi tersebut. Pertama meminta cabut Izin korporasi dan tuntaskan kasus Karhutla Riau, sehingga tahun 2019 merupakan tahun terakhir bencana asap di Riau. 
 
Kedua, menuntut pertanggungjawaban perusahaan yang terlibat dalam kasus Karhutla. Ketiga, meminta Presiden RI menyelesaikan segala bentuk kasus Karhutla di Indonesia, khususnya di Riau.
 
Keempat, hentikan dan beri hukuman kepada aparat yang bertindak respresif kepada aksi mahasiswa. Kelima, menuntut pembebasan mahasiswa yang ditahan kepolisian terkait unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa. 
 
Keenam, mendesak Kapolda Riau yang baru agar memproses  anggota yang melakukan tindakan represif. Dan ketujuh meminta Kapolda Riau, tidak lagi ada upaya SP3 bagi korporasi di Provinsi Riau yang terindikasi melanggar hukum. 
 
"Kami meminta baik kepada Gubernur Riau dan Kapolda Riau agar mengindahkan petisi mahasiswa ini," kata Zikri. (MCR/mtr/SRN)