Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Menko Kemaritiman Tunjuk Gubri Koodinator Penanggulangan Abrasi di Riau

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan didampingi Gubernur Syamsuar ketika memimpin Rapat Penanggulangan Abrasi Provinsi Riau. (Foto: Dok MCR)

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan didampingi Gubernur Syamsuar ketika memimpin Rapat Penanggulangan Abrasi Provinsi Riau. (Foto: Dok MCR)

Serantau Riau

Sabtu, 05 Oktober 2019

Jakarta - serantauriau.news - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar bersama Bupati Kepulauan Meranti Irwan menghadiri pertemuan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, di Aula Kemenko Maritim RI, Jalan M Thamrin, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Pertemuan tersebut adalah dalam rangka menjemput dana pusat melalui program penanggulangan abrasi di wilayah perbatasan melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman RI.

Hadir dalam pertemuan itu, Menko Maritim RI Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nasir Foad, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Rai Hammam Riza, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Doni Monardo, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Pihak Mabes TNI AL, Deputi Penelitian dan Pengembangan BRG RI Haris Gunawan, serta perwakilan kementerian terkait.

Turut mendampingi Gubernur Riau antara lain Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, Dinas Perikanan Provinsi Riau, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, dan Bappeda Provinsi Riau.

Sementara itu rombongan Pemkab Meranti yang turut bersama Bupati Irwan, Kepala Bappeda Meranti Maamun Murod, Kabag Perbatasan Sekdakab Meranti Agustia Widodo, Kabag Humas dan Protokol Meranti Hery Saputra.

Terungkap pada rapat tersebut, Kemenko Maritim mengaku siap mendukung upaya penanggulangan Abrasi dan penyelamatan ekosistem di wilayah Pesisir Riau terutama Kabupaten Kepulauan Meranti.

Menko Maritim RI Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, pelaksanaan program tersebut akan melibat para peneliti dan tenaga ahli dari luar negeri, termasuk juga pihak TNI AL di bawah kendali Lanal Dumai. Untuk koordinator sendiri ia mempercayakan kepada Gubernur Riau selaku pimpinan wilayah.

Selain itu, dikatakan Luhut, rencana pemulihan abrasi pantai di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Meranti sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Yang mana dana awal yang akan dikucurkan sebesar 160 M dari total 2,1 T.

"Kemenko Maritim telah menyiapkan dana sebesar 160 M dalam upaya penanggulangan abrasi, dan untuk anggaran ini kita fokuskan untuk Riau," ujar Luhut.

Hal ini menurut Menko Maritim sangat tepat, karena Riau merupakan beranda terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negera tetangga Singapura dan Malaysia. Selain itu Provinsi Riau merupakan Kawasan Prioritas dan Strategis Nasional.

Lebih jauh disampaikan Luhut, permasalahan abrasi perlu penanganan yang sangat serius. Untuk itu ia menunjuk Gubernur Riau menjadi Leading pelaksanaan program penanggulangan abrasi di Provinsi Riau.

Penunjukan ini untuk mempercepat penanggulangan abrasi di Riau karena gubernur dianggap pihak yang paling tahu yang dapat melihat secara detil terkait kebutuhan yang mendesak untuk diusulkan. 

"Untuk dia pekan ke depan, sudah harus jelas kerangka kerja serta struktur pelaksana," tegasnya.

Terkait hal ini, Gubernur Riau Syamsuar siap menjadi koordinator. Ia pun berjanji akan memberikan porsi lebih kepada Meranti untuk penanggulangan abrasi.

Hal ini sesuai dengan kondisi nyata di lapangan yang diketahui persis oleh Syamsuar saat dirinya menjabat sebagai Plt Bupati Meranti salah satu wilayah yang paling parah berada di Pulau Rangsang dengan Abrasi yang mencapai puluhan kilometer.

Permasalahan abrasi di wilayah Provinsi Riau, ungkap Syamsuar, khususnya di Kepulauan Meranti sudah sangat menghawatirkan. Untuk mengatasinya bukan perkara mudah. Di samping diperlukan teknologi dan para ahli juga membutuhkan dana yang besar.

"Jika mengharapkan penanggulangan abrasi dari dana daerah jelas tidak mencukupi. Salah satu solusi yang dijalankan adalah dengan meraih dana pusat yang ada di tiap kementerian terkait," ujarnya.

Lebih lanjut Gubri mengungkapkan, salah satu kementerian yang memiliki program penanggulangan Abrasi dan Pelestarian Wilayah Pesisir adalah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI. 

"Kami akan memberikan porsi anggaran lebih untuk penanggulangan abrasi di Meranti, karena abrasi wilayah ini sangat menghawatirkan," ucap Syamsuar di hadapan Pejabat Kementerian dan Bupati Wilayah Riau yang hadir.

Salah satu program yang akan dijalankan adalah penanaman Mangrove di sepanjang pesisir pantai yang akan melibatkan peneliti, masyarakat peduli lingkungan dan TNI AL. 

Menyikapi hal itu, Bupati Kepulauan Meranti Irwan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak Kemenko Bidang Kemaritiman RI, atas kepeduliannya terhadap masalah abrasi di wilayahnya. Ia berharap melalui pelaksanaan program upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti dalam mengatasi abrasi dapat terwujud.

"Semoga dengan peneraan program ini yang didukung oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi dapat mengatasi abrasi di wilayah kita," imbuh Bupati Irwan. (rls/SRN)