Salam Tahniah Hari Guru kepada para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Sesungguhnya jasa guru tak berbilang karena tak memang tak terbilang. Tanpamu aku bukan siapa-siapa. ***

Diamankan Polda Banten, Oknum Pelajar Pembuat Akun WAG STM/K Provokatif

AG, pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (STM/K) di Pandeglang ini beberapa waktu telah membuat Whatsapp Grup (WAG) provokatif, yaitu WAG

AG, pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (STM/K) di Pandeglang ini beberapa waktu telah membuat Whatsapp Grup (WAG) provokatif, yaitu WAG

Serantau Riau

Ahad, 06 Oktober 2019

Serang  - serantauriau.news - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten mengamankan oknum pelajar berinisial AG (16) pada Jumat  malam (4/10/2019).

AG yang berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (STM/K) di Pandeglang ini beberapa waktu telah membuat Whatsapp Grup (WAG) provokatif, yaitu WAG "STM/K Penerus Bangsa".

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir MSi melalui Kabid Humas Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, AG diamankan lantaran diduga telah membuat konten provokatif melalui grup tersebut.

"Di hadapan Anggota Ditreskrimsus Polda Banten, AG mengakui telah membuat grup WAG melalui handphone miliknya. Hal ini agar para siswa (STM/K) ramai-ramai mengikuti demo di DPR RI beberapa waktu lalu, WAG itu dia buat lantaran terpengaruh ajakan dari konten provokatif lainnya di media sosial, yang di-share di Group FB, mengambilnya dan meneruskannya ke WAG lainnya," kata Kombes Pol Edy Sumardi.

Untuk jumlah peserta grup, Kombes Pol Edy Sumardi menerangkan, terakhir ada sekitar 218 peserta dan AG adalah admin grup dalam WAG STM/K, Penerus Bangsa yang mengarah kepada provokatif ini. 

"Peserta di WAG itu beranggotakan para pelajar SMK. Pertama kali dibuat oleh yang bersangkutan tertanggal 27 September 2019," terang Edy.

Sementara itu, Kasubdit 5 Siber Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Wiwin Setiawan, SIK mengungkapkan, terhadap AG dilakukan pendekatan Restorative Justice.

Restorasi Justice merupakan upaya penyelesaian kasus terhadap masyarakat atau korban dan atau tersangka berdasarkan berbagai pertimbangan yang ada.

"Pelaku masih di bawah umur dan berdasarkan penyelidikan, tidak ditemukan AG didapati riwayat percakapan apapun di dalam grup itu. Perlu ditekankan bahwa AG hanya pembuat grup, tidak pernah mengirimkan pesan atau konten apapun," ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut keterangan AG, Wiwin menambahkan, ada atau saran dari seseorang yang menyuruhnya untuk membuat grup Penerus Bangsa, Hal ini masih terus kita selidiki dan didalami.

"AG masuk sebuah grup facebook STM Se-Bogor, kemudian atas salah satu saran dari anggotanya untuk membuat grup Whatsapp,"

Setelah AG membuatnya, link tautan grup itu oleh orang yang saat ini dilakukan pendalaman kemudian di-share di grup Facebook STM Se-Bogor. "Masih dilakukan penyelidikan," pungkasnya.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata SIK MH menyatakan, terhadap AG, Oknum pelajar tersebut, diterapkan System Restorative Justice (RJ), Pembinaan Mental dan Persuasif. 

Pelaku tidak ditahan, namun berdasarkan aturan hukum terhadap yang bersangkutan dilakukan pendekatan edukatif, menyampaikan hal ini ke pihak orangtua dan sekolahnya agar lebih mengawasi. "Dan kami juga memberikan pencerahan tentang tanggung jawab sang pembuat Admin Group, potensi kerawanan hoaks serta konten-konten provokatif yg dapat menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan harapan, anak tersebut paham dan tidak mengulangi perbuatannya serta bisa jadi membantu Polri untuk berikan pencerahan bagi pemuda dan pelajar lainnya, agar tidak mudah terprovokasi dan apalagi menjadi provokator melalui penggunaan Medsos.

Edy menambahkan himbauan kepada masyarakat, agar bijaksana dalam bermedsos, mengingatkan kepada masyarakat sebagai admin admin group, untuk bisa bertanggung jawab terhadap lalu lintas komunikasi percakapan di group, seleksi orang-orang yang ada di group, kendalikan komunikasi sebagai bentuk tanggung jawab moril karena sebagai admin group, ingatkan jika ada anggota group yang menyimpang. 

"Buatlah aturan dalam deskripsi group, sebagai acuan bagi seluruh anggota. Mari kita jaga persatuan, persaudaraan serta pelihara keamanan dan ketertiban masyarakat," imbuhnya. (Bidhum).