Salam Tahniah, Selamat Merayakan Hari Jadi Ke-20 Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu. Sebagai daerah pemekaran baru, punya semangat dan harapan baru untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat tempatan menjadi negeri yang cemerlang dan terbilang. Insyaallah.***

Melayang 39 Jiwa, Kepala BNPB Ajak Warga Maluku Ringankan Korban Gempa Ambon

Sampai dengan data tadi malam, untuk rumah yang rusak berat mencapai 1.273, rusak sedang 1.837, rusak ringan 3.245, total 6.335. Fasum dan fasos 512. (Foto: Pusdatin Hms BNPB)

Sampai dengan data tadi malam, untuk rumah yang rusak berat mencapai 1.273, rusak sedang 1.837, rusak ringan 3.245, total 6.335. Fasum dan fasos 512. (Foto: Pusdatin Hms BNPB)

Serantau Riau

Selasa, 08 Oktober 2019

Jakarta - serantauriau.news- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengajak warga Maluku di manapun untuk bisa bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara korban gempa yang ada di Kepulauan Maluku.

“Potong di kuku dirasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempe bagi dua. Mari kita bersama-sama untuk meringankan penderitaan Saudara-saudara kita yang ada di Maluku,” kata Doni kepada wartawan usai mengikuti rapat intern di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa siang (8/10/2019).

Sampai tadi malam, menurut Kepala BNPB, korban jiwa melayang akibat gempa bermagnitudo 6,8 yang terjadi pada 40 km timur laut Ambon – Maluku dengan kedalaman 10 km, Kamis lalu (26/9/2019), telah mencapai 39 jiwa. Korban luka-luka berat, sedang, dan ringan mencapai 1.578 orang. Pengungsi sebanyak 170.900 jiwa.

“Sampai dengan data tadi malam, untuk rumah yang rusak berat mencapai 1.273, rusak sedang 1.837, rusak ringan 3.245, total 6.335. Fasum dan fasos 512,” ungkap Doni.

Kepala BNPB itu mengaku telah  diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo untuk kembali ke Ambon, malam ini. Sebelumnya sejak peristiwa yang terjadi pada 26 September yang lalu, belum 24 jam, Doni mengaku sudah berada di Ambon untuk memastikan bahwa program penanganan terhadap korban bisa berjalan dengan maksimal.

“Jadi malam ini kami kembali ke Ambon, kemudian pagi besok akan memastikan semua proses yang berhubungan dengan penanganan bencana, terutama kepada para pengungsi untuk betul-betul bisa terlaksana dengan baik,” tegas Doni.

Jangan Lemparkan Isu

Dalam kesempatan itu Kepala BNPB Doni Monardo mengimbau masyrakat yang ada di berbagai daerah untuk tidak memberikan atau melemparkan isu-isu yang tidak bisa dijamin kebenarannya. Karena sampai hari ini belum ada satupun teknologi dan lembaga bahkan negara yang bisa memprediksi kapan akan terjadinya gempa dan juga tsunami.

“Jadi kiranya dengan informasi-informasi yang sudah sering disampaikan oleh para pejabat dari pusat maupun dari daerah, sampai dengan kepada para kepala desa, para pimpinan di daerah, ini hendaknya bisa diikuti oleh masyarakat kita,” tegas Doni, seperti dilansir dari kaman Setkab RI.

Doni mengaku prihatin dengan kondisi korban gempa. Namun ia menegaskan, tidak ada yang ingin mengalami kesulitan. Karena itu, Kepala BNPB mengajak  semua masyarakat untuk berusaha semaksimal mungkin memberikan informasi. (Hms/ES)