Salam Tahniah atas Pengukuhan Majelis dan Pengurus FKPMR oleh Presiden Penyair Indonesia Datuk Seri Sutardji Calzoum Bachri, di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, Ahad (10/11/2019). Semoga FKPMR, yang dinakhodai DR Drh H Chaidir MM, berjaya mengarungi samudera lepas, mengangkat batang terendam dan menjulang marwah negeri sampai kepada tujuan menyejahterakan Masyarakat Melayu Riau. Berkarya Majukan Negeri. Aamiin Yra.***

BBKSDA Dalami Penyebab Kematian Gajah di Bengkalis

Kepala BBKSDA Riau Suharyono sudah menurunkan tim untuk melakukan kroscek, sehingga dapat diketahui kondisi riil di lapangan. (Foto: Dok MCR)

Kepala BBKSDA Riau Suharyono sudah menurunkan tim untuk melakukan kroscek, sehingga dapat diketahui kondisi riil di lapangan. (Foto: Dok MCR)

Serantau Riau

Rabu, 09 Oktober 2019

Pekanbaru - serantauriau.news  -  Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mulai mendalami penyebab kematian seekor gajah di kawasan Suaka Marga Satwa (SM) Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Hal ini dilakukan untuk dapat mengetahui penyebab kematian yang masih belum dapat dipastikan tersebut.

Untuk mengetahui, (BBKSDA) Riau melakukan neukropsi sebagai salah satu langkah mendalami kematian satwa langka tersebut. Untuk gambaran sementara, satwa dilindungi tersebut mati diduga karena sakit.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono membenarkan informasi tersebut. Bahkan sebagai tindaklanjut, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan kroscek. Sehingga dapat diketahui kondisi riil di lapangan.

“Kita sudah turunkan tim ke lapangan. M diduga mati karena sakit, karena hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya luka di bagian badan,” paparnya, Selasa (8/10/2019).

Dengan kondisi itu untukk memastikannya, Suharyono mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan neukropsi terhadap jasad Gajah dengan ciri fisik lainnya tidak memiliki gading dan cacat kaki kiri depan dengan tidak adanya telapak kaki bekas terkena jerat tahun 2014 tersebut. Ironisnya, satwa langka tersebut mati dengan posisi tengah terbaring di atas kubangan air di tengah semak belukar.

Diharapkan kematian satwa langka tersebut tidak terulang lagi. Mengingat kuantitas satwa langka di Riau dari waktu ke waktu terus mengalami penurunan dan terancam mendekati kepunahan. (MCR/mz)