Salam Tahniah atas Pengukuhan Majelis dan Pengurus FKPMR oleh Presiden Penyair Indonesia Datuk Seri Sutardji Calzoum Bachri, di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, Ahad (10/11/2019). Semoga FKPMR, yang dinakhodai DR Drh H Chaidir MM, berjaya mengarungi samudera lepas, mengangkat batang terendam dan menjulang marwah negeri sampai kepada tujuan menyejahterakan Masyarakat Melayu Riau. Berkarya Majukan Negeri. Aamiin Yra.***

Perwira Muda Nan Cantik, Ungkap Kasus "Human Trafficking". Siapakah Dia?

Filem layar lebar Hanya Manusia diyakini punya kekuatan cerita yang dapat dipetik, akan tayang serentak di semua Bioskop XXI se-Indonesia. (Foto: Dok Bidhum)

Filem layar lebar Hanya Manusia diyakini punya kekuatan cerita yang dapat dipetik, akan tayang serentak di semua Bioskop XXI se-Indonesia. (Foto: Dok Bidhum)

Serantau Riau

Jumat, 01 November 2019

Serang - serantauriau.news - Sudahlah cantik, perwira muda lagi. Ditambah dalam keberhasilannya mengungkap kasus sindikat Human Trafficking. Penasaran siapa Polwan Tersebut. Saksikan Film Hanya Manusia yang akan tayang 07 November 2019 di bioskop kesayangan anda.

Pada Jumat (01/11/2019), Bidhumas Polda Banten mengajak para sahabat Humasy semuanya untuk menonton film karya anak bangsa berjudul Hanya Manusia, yang akan tayang secara serentak di bioskop kesayangan anda tanggal 07 November 2019 mendatang.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi P SIK MH, kepada awak media menyebutkan, film Hanya Manusia ini menjadi persembahan dari Divisi Humas Polri tentang aksi polisi dalam mengungkap sindikat human rrafficking.

Film Hanya Manusia disutradarai oleh Tepan Kobain yang berceritakan seorang perwira muda bernama Annisa yang diperankan oleh Prisia Nasution dan Iptu Aryo yang diperankan oleh Lian Firman. Keduanya tergabung dalam satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara.

Selanjutnya, ada Yama Carlos yang berperan sebagai Kompol Angga. Para Perwira ini berperan khusus untuk mengungkap kasus penculikan, yang mana adiknya annisa menjadi korban dari aksi kejahatan sebuah sindikat human trafficking (perdagangan manusia).

"Insyaallah, setelah nonton film Hanya Manusia, banyak manfaat yang akan kita ambil, salah satunya sosok polisi humanis dari perwira muda (Annisa). Di sela tekanan kerja dan keluarga, Annisa tetap menampilkan sosok humanisnya," imbuh Edy.

Film Hanya Manusia tersebut juga menunjukan bagaimana peran aktif masyarakat sangat penting untuk membantu pihak Kepolisian RI dalam memberantas kejahatan. "Polisi merupakan sahabat masyarakat. Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan sosok polisi. Kerja sama masyarakat dan Polri akan membuat situasi Kamtibmasy yang kondusif," tutup Edy. (AIR/Bidhum)