Salam Tahniah atas Pengukuhan Majelis dan Pengurus FKPMR oleh Presiden Penyair Indonesia Datuk Seri Sutardji Calzoum Bachri, di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, Ahad (10/11/2019). Semoga FKPMR, yang dinakhodai DR Drh H Chaidir MM, berjaya mengarungi samudera lepas, mengangkat batang terendam dan menjulang marwah negeri sampai kepada tujuan menyejahterakan Masyarakat Melayu Riau. Berkarya Majukan Negeri. Aamiin Yra.***

Permintaan Urut Ditolak, Sabit Sopir Pun Bertindak

Tersangka pelaku dan korban KDRT beserta barang bukti yang sudah diamankan Polsek Senayan Raya, Pekanbaru. (Foto: Dok Hmsy Resta Pku)

Tersangka pelaku dan korban KDRT beserta barang bukti yang sudah diamankan Polsek Senayan Raya, Pekanbaru. (Foto: Dok Hmsy Resta Pku)

Serantau Riau

Senin, 04 November 2019

Pekanbaru - serantauriau.news  - Polsek Tenayan Raya menangkap seorang lelaki, Rd alias By (Lk 37), seorang sopir, tersangka pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Ahad (3/11/2019) sekira pukul 19.00 WIB.

Penangkapan itu didasarkan pada LP / 539 / XI / 2019 / Riau / Polresta Pku / Polsek Tenayan Raya, tertanggal 3 November 2019. Kejadiannya pada hari Ahad 3 November 2019 sekira pukul 18.30 WIB di Jalan Lintas Timur Km 13; Kelurahan Mentangor, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Menurut saksi-saksi, Eko Suryana (35) dan Budi Santoso (44),  bermula pada saat pelaku Rd meminta urut kepada Istrinya, Ys (53), namun kena tolak. Menurut pelaku, terutama beberapa hari belakangan, sikap dan perilaku istrinya banyak berubah sehingga sering terjadi pertengkaran mulut. 

Saat itu pelaku menduga  korban telah selingkuh dengan lelaki lain. Korban pun tak senang sambil memaki-maki, mendorong kepala suaminya dengan tangannya, mengakibatkan pelaku naik pitam.

Rd langsung mengambil sabit dari dalam mobil truck, colt diesel yg tidak jauh dari TKP dan selanjutnya mengejar korban dan membacok ke arah bagian kepala korban sebanyak kurang lebih 4 (empat) kali.

Sehingga korban mengalami beberapa luka bacokan pada bagian kepala dan mata kirinya  mengeluarkan darah. Sempat beberapa kali pula pelaku membacok ke bagian lengan korban.

Dan pada saat itu anak korban Fd pulang dari mengaji, melihat ibunya berlumuran darah langsung memberitahukan  warga sekitar dan selanjutnya melaporkan kejadian ke Polsek Tenayan Raya. 

Setelah kejadian, pelaku langsung meninggalkan TKP dan menghubungi bosnya, tempat dia bekerja sebagai Sopir. Dan selanjutnya pelaku bersama orang utusan bosnya langsung menuju ke Polsek Tenayan Raya untuk menyerahkan diri. 

Petugas piket SPKT dan piket Reskrim menerima laporan pelaku tersebut dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Tenayan Raya Kompol HM Hanafi.

Melalui Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya Iptu EJ Manullang memerintahkan untuk mengamankan pelaku terlebih dahulu dan segera mendatangi TKP. Di TKP ditemui korban yang tidak berdaya dan selanjutnya menyelamatkan korban, langsung menuju ke RS Bhayangkara. Dan saat ini korban masih dalam perawatan intensif.

Atas perintah Kapolsek Tenayan Raya Kompol HM Hanafi, melalui Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya Ipru EJ Manulang untuk melakukan proses pengusutan lebih lanjut.

Kapolresta Pekanbaru, melalui Paru Humasy Ipda Budhi Dia nda membenarkan terjadinya kasus KDRT ini. Pelakunya serta barang bukti berupa sabit sudah diamankan petugas.

"Kepada pelaku disangkakan Pasal 44 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga," ungkap Paur Humasy. (SRN)