Salam Tahniah atas Pengukuhan Majelis dan Pengurus FKPMR oleh Presiden Penyair Indonesia Datuk Seri Sutardji Calzoum Bachri, di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, Ahad (10/11/2019). Semoga FKPMR, yang dinakhodai DR Drh H Chaidir MM, berjaya mengarungi samudera lepas, mengangkat batang terendam dan menjulang marwah negeri sampai kepada tujuan menyejahterakan Masyarakat Melayu Riau. Berkarya Majukan Negeri. Aamiin Yra.***

Perekonomian Riau Hanya Mampu Tumbuh 2,74 Persen

Kepala BPS Riau menerangkan mengenai pertumbuhan ekonomi Riau triwulan III 2019 dan memaparkan materi di layar slide. (Foto: Fitri Burhan)

Kepala BPS Riau menerangkan mengenai pertumbuhan ekonomi Riau triwulan III 2019 dan memaparkan materi di layar slide. (Foto: Fitri Burhan)

Fitri Burhan

Selasa, 05 November 2019

Pekanbaru - serantauriau.news - Merosotnya sumber pendapatan dari sektor Migas (Minyak dan Gas) atau sektor pertambangan-penggalian menyebabkan rendahnya pertumbuhan perekonomian Riau.

Pada triwulan III tahun 2019 ini, perekonomian Provinsi Riau hanya mampu tumbuh sebesar 2,74 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Drs Misfaruddin MSi, Selasa siang (5/11/2019). "Ya, ekonomi Provinsi Riau triwulan III tahun 2019, hanya tumbuh sebesar 2,74 persen," papar kepala BPS Riau, di kantornya.

"Banyak hal yang menjadi pemicu ekonomi Riau hanya tumbuh 2,74 persen. Salah satunya, disebabkan menurunnya sumber pendapatan dari sektor Migas," jelasnya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Riau apabila dihitung dari laju pertumbuhan PDRB 2019 berada pada peringkat 6 nasional. Faktor yang mempengaruhinya adalah sektor transportasi.

Ditambahkan Kepala BPS Riau, perekonomian Riau jika dihitung tanpa Migas, triwulan III tahun 2019 tumbuh sekitar 5,22 persen.

Untuk perekonomian Riau triwulan III tahun 2019 ini, yang tumbuh sebesar 2,74 persen, sektor industri pengolahan menduduki peringkat pertama. (FB)