Salam Tahniah atas Pengukuhan Majelis dan Pengurus FKPMR oleh Presiden Penyair Indonesia Datuk Seri Sutardji Calzoum Bachri, di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru, Ahad (10/11/2019). Semoga FKPMR, yang dinakhodai DR Drh H Chaidir MM, berjaya mengarungi samudera lepas, mengangkat batang terendam dan menjulang marwah negeri sampai kepada tujuan menyejahterakan Masyarakat Melayu Riau. Berkarya Majukan Negeri. Aamiin Yra.***

Pemprov Akan Hibahkan Tiga BLK di Riau ke Pusat

UPT BLK di bawah Pusat, kata Gubri Syamsuar, akan ada sertifikasinya dan kompetensi. Jadi nanti anak Riau bisa mendapatkan kompetensi dan sekaligus sertifikasi. (Foto: Dok MCR)

UPT BLK di bawah Pusat, kata Gubri Syamsuar, akan ada sertifikasinya dan kompetensi. Jadi nanti anak Riau bisa mendapatkan kompetensi dan sekaligus sertifikasi. (Foto: Dok MCR)

Serantau Riau

Senin, 04 November 2019

Pekanbaru - serantauriau.news - Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Pusat di Provinsi Riau. Untuk itu, ia pun akan menghibahkan tiga BLK yang ada di Riau kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

"Misi kami satu lagi yaitu mempersiapkan UPT BLK Pusat Kemnaker di Riau. Jadi nanti tiga BLK yang ada di Kota Pekanbaru, Dumai dan Pasirpengaraian ini akan dihibahkan ke Pusat. Biar mereka yang mengelola," kata Gubri Syamsuar kepada   mediacenter.riau.go.id  di Pekanbaru, Senin (4/11/2019).

Orang nomor satu di Riau ini juga menyampaikan bahwa niat baiknya itu telah disampaikan kepada Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin dan ternyata disambut baik.

"Saya sudah menugaskan Plt Kadisnakertrans Riau untuk presentasi dan menindaklanjuti itu. Lalu, Menaker melalui Sekjennya menyampaikan ke saya untuk menghadap ke Wapres. Alhamdulillah dapat sambutan baik, Wapres dan Mendagri sudah setuju. Insya Allah, mudah-mudahan tahun 2020 sudah terwujud," kata Gubri.

Dengan dihibahkannya tiga BLK Pemprov Riau ke Pusat ini, kata Gubri, maka operasional di BLK akan lebih maksimal lagi, baik dari segi penganggaran, kompetensi dan sertifikasinya.

"Kalau nanti sudah jadi UPT BLK di bawah Pusat, tentu akan ada sertifikasinya dan kompetensi. Jadi nanti anak Riau bisa mendapatkan kompetensi dan sekaligus sertifikasi. Selama ini kan keluhannya anak Riau hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Asal perusahaan buka tidak diterima karena tidak ada sertifikasi," ujarnya. (Mcr/rat)