serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Susah Dapatkan Elpiji 3kg, Mereka Terpaksa Beralih ke Kayu Bakar

Konsumen yang kecewa berat beralih ke kayu bakar. ( Foto: M.Iqbal Fikri )

Konsumen yang kecewa berat beralih ke kayu bakar. ( Foto: M.Iqbal Fikri )

M Iqbal Fikri

Sabtu, 09 Desember 2017

Baserah - serantauriau.news - Sejak beberapa pekan terakhir, warga di Riau mengeluh karena susah mendapatkan elpiji kemasan 3 kg. Warga kesusahan memperolehnya terpaksa mencari sampai ke berbagai tempat. Akibatnya, ada masyarakat pengguna elpiji beralih ke kompor biasa, bahkan kembali menggunakan kayu bakar untuk bertanak. 

Seperti ditemukan wartawan serantauriau.news di sekitar Baserah, Kuantan Singingi, asal ada elpiji 3kg pasti akan dibeli walaupun mahal, karena sudah menjadi kebutuhan pokok.

"Kalau begini terus Pak, terpaksa balik menggunakan bahan bakar kayu untuk keperluan dapur," ungkap Tarmisi (55), konsumen tetap gas elpiji, Sabtu (9/12/2017).

Menurut dia, pencarian gas dilakukannya tidak hanya di sekitar kota Baserah namun juga menyisir beberapa pangkalan maupun warung di kawasan terdekat, seperti Benai hingga Lubukjambi. Tetapi hasilnya pun tetap nihil.

Kalau sudah penat mencari ke sana ke mari, tak kunjung ditemukan, biasanya warga kecewa berat. Tak jarang tetlontar makian. Sasarannya adalah pemerintah yang mereka nilai tidak mampu menjamin kebutuhan masyarakat.

Sejatinya jatah pengguna elpiji bersubsidi ukuran 3 Kg, sesuai aturan, jangan diberikan pada kalangan menengah ke atas. Jatah mereka adalah elpiji ukuran 5 kg hingga 12 kg.

"Hendaknya masyarakat yang berkemampuan sadar diri, tidak menggunakan hak orang miskin. (MIF)