serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Rindu Kampung Halaman, Mondek-mondek Kuansing di Perantauan Pulang Kampung Bersama

Kerinduan akan kampung halaman telah mengantarkan Mondek-mondek Kuansing di perantauan Baliek Badan, bersilaturahmi dan meninjau destinasi wisata dan produk kerajinan di sejumlah kecamatan. (Foto: Hmsy Pemkab Kuansing)

Kerinduan akan kampung halaman telah mengantarkan Mondek-mondek Kuansing di perantauan Baliek Badan, bersilaturahmi dan meninjau destinasi wisata dan produk kerajinan di sejumlah kecamatan. (Foto: Hmsy Pemkab Kuansing)

Irwan S Benai

Sabtu, 07 Desember 2019

Telukkuantan - serantauriau.news -

Berangkat dari sebuah perkumpulan Group Whatsapp  Mondek-mondek (Ibu-ibu, red) asal Kabupaten Kuantan Singingi yang berada di Pekanbaru dan sekitarnya, bahkan ada yang berdomisili di Jawa dan  daerah provinsi lainnya di Indonesia, yang cinta dan rindu akan kampung halaman, pada Jumat (6/12/2019) mereka baliek kampuong basamo secara ke Kabupaten Kuansing.

Kedatangan mereka disambut Bupati Kuansing H Mursini beserta ibu Emi Safitri, Sekretaris Daerah Dianto Mampanini beserta isteri Indra Luswari, para kepala perangkat daerah beserta ibu,camat se-Kabupaten Kuansing beserta ibu dan para kabag di lingkungan Setda.

Ketua rombongan Mondek-mondek Kuansing Rahmita Lutfi menjelaskan, kepulangan mereka ke kampung halaman guna meningkatkan hubungan silaturahmi antara masyarakat Kuansing yang ada di perantauan dengan warga masyarakat di kampung halaman. Kemudian juga untuk mengobati rasa rindu akan kampung halaman.

"Saya masih ingat pesan orang tua-tua dulu, jika orangtua telah tiada, maka rajutlah silaturahmi dengan keluarga dan sahabat orangtua kita semasa mereka hidup dulu. Ini jugalah salah satu yang melatarbelakangi kami pulang ke kampung halaman secara bersama-sama ini," ungkap putri Almarhum Prof DR Muchtar Lutfi, mantan Rektor Unei yang kharismatik tersebut.

Dia mengatakan, ibu-ibu yang tergabung ke dalam group "Whatsapp Mondek" Kuansing ini ada sekitar 65 orang. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang, ada birokrat, dosen, pegawai swasta bahkan ibu rumah tangga.

"Namun yang berkesempatan hadir pada hari ini ada sekitar 30 orang," ungkap Rahmita, ketika memperkenalkan rekan-rekannya yang ikut pulang kampung bersama. Bila diperhatikan banyak di antara yang hadir tersebut berpendidikan doktor (S3). Juga tampak hadir dalam rombongan tersebut isteri mantan Bupati Kuansing Asrul Jaafar.

Bupati Kuansing Mursini menyambut baik atas kehadiran Mondek-mondek Kuansing yang sebagian besar bermastautin di Pekanbaru tersebut. "Kehadiran mondek-mondek Kuansing tersebut dapat meningkatkan hubungan silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Kuansing dengan warga asal Kuansing yang ada di perantauan," sebut Bupati Mursini.

Di samping itu, kata dia, kedatangan Mondek-mondek Kuansing ini juga telah menambah spririt jajaran Pemkab Kuansing dalam membangun Kabupaten Kuansing menjadi lebih maju lagi ke depannya.

"Dalam rombongan mondek-mondek kita yang hadir ini banyak sekali berpendidikan doktor. Harapan kami tentunya bisa membantu memberikan sumbangsih pemikiran bagi pembangunan kita di masa yang akan datang. Di sisi mana kekurangan kami dalam membangun daerah mohon kami diberi masukan. Apalagi kita tentunya tidak mau ketinggalan dibandingkan daerah lain dalam hal pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat," kata Mursini.

Diungkap bupati, selama sekitar 3,5 tahun dirinya memimpin Kuansing, banyak pembangunan infrastruktur yang sudah dibangun. Baik itu berupa jalan, jembatan, sekolah, kantor desa, ruang labor, tribune hakim pacu jalur, tempat objek-objek wisata, turap dan infrastruktur lainnya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kuansing Emi Safitri mengharapkan selama dua hari melakukan kunjungan di kampung halaman, rombongan akan dibawa melihat berbagai objek wisata yang ada di kota jalur. 

"Rencananya kita akan bawa melihat air terjun Guruh Gemurai di Lubukjambi dan air terjun Batang Koban Tujuh Tingkat di Lubuk-ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan. Kemudian besok harinya Ahad (8/12/2019), rombongan akan dibawa untuk melihat destinasi  wisata di Kecamatan Gunung Toar, Kuantan Tengah dan  kecamatan di bagian hilir. Seperti melihat tenun, batik dan songket Kuansing yang telah telah memiliki motif Kuansing seperti motif jalur, perahu bagandung dan motif cipuik di mana juga telah mendapat sertifikat HAKI," papar Emi Safitri. (ISB)