Selamat Idul Adha, 10 Zulhijjah 1443 H. Semoga kita dapat meneladani ketaatan dan keikhlasan serta kesabaran Ibrahim AS, Ismail AS dan Siti Hajar RA. dalam melaksanakan perintah Qurban. Mohon maaf lahir dan batin. ***

 

Gubri Ingin Produk UMKM Riau Go International

Gubri Syamsuar bersama Menteri Koperasi UMKM, ketika menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Seminar Produk Unggulan Berbasis Budaya Melayu di Lantai UG Mall Sarinah Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019). (Foto: Dok MCR)

Gubri Syamsuar bersama Menteri Koperasi UMKM, ketika menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Seminar Produk Unggulan Berbasis Budaya Melayu di Lantai UG Mall Sarinah Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019). (Foto: Dok MCR)

Serantau Riau

Kamis, 19 Desember 2019

Jakarta - serantauriau.news - Gubernur Riau Syamsuar menginginkan agar produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Provinsi Riau agar Go International. 

Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Seminar Produk Unggulan Berbasis Budaya Melayu di Lantai UG Mall Sarinah Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019). 

Syamsuar mengakui sudah membuka lebar pintu bagi para pelaku UMKM / Ekonomi kreatif yang ada di Bumi Melayu Riau agar bisa memasarkan produknya ke dunia internasional melalui PT Sarinah.

"Semua ini memiliki tujuan agar pertumbuhan ekonomi masyarakat Provinsi Riau lebih sejahtera. Tinggal kemauan kita lagi para pelaku ekonomi kreatif bagaimana bisa menangkap peluang dan kesempatan baik ini," ujarnya. 

Lebih lanjut, ia berharap dengan adanya pameran singkat ini dapat menduniakan produk-produk UMKM yang ada di Provinsi Riau. Karena banyak potensi yang dimiliki oleh Provinsi Riau, tinggal bagaimana caranya bekerja keras mencari peluang.

Di lain pihak, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa ini adalah momen UMKM untuk bangkit di tengah lesunya perekonomian global. UMKM, terangnya, tidak hanya sekadar produk seperti kripik, batik, dan akik, tetapi juga dunia e-commerce dalam menghadapi industri / UMKM 4.0.

"Kita akan tertinggal apabila tidak turut mendigitalisasi atau memoderenisasi UMKM / usaha ekonomi kreatif kita," terang Teten.

Rebranding, ujar Teten, juga dibutuhkan tetapi harus ada konsolidasi ke sesama pelaku ekonomi kreatif. Jangan terlalu banyak branding sehingga nantinya malah bersaing ke sesama pelaku usaha. 

Menurutnya, produk-produk di daerah yang memiliki kawasan gambut bisa di-branding menjadi produk yang lebih valued, mengingat Riau berbatasan langsung dengan negara tetangga. 

"Perlu adanya food processing di Riau agar pengemasan dapat lebih diterima oleh konsumen," tutupnya, seperti dilansir dari laman Pemprov Riau. (MCR)