Tahniah  Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau, 9 Agustus 2021 dan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Semoga cepat bangkit dan bebas dari belenggu pandemi. Dirgahayu Provinsi Riau! Dirgahayu Republik Indonesia!***

 

Sebanyak 238 WNI Dari Wuhan Tiongkok Mendarat di Natuna

Setibanya di Natuna, para WNI tersebut menjalani observasi selama 2 pekan di RSA Natuna, Hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna, Kepulauan Riau. (Foto: INews.Id)

Setibanya di Natuna, para WNI tersebut menjalani observasi selama 2 pekan di RSA Natuna, Hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna, Kepulauan Riau. (Foto: INews.Id)

Serantau Riau

Ahad, 02 Februari 2020

Jakarta - serantauriau.news - Sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) tiba di Pangkalan Udara Raden Sajad, Natuna, Kepulauan Riau, Ahad (2/2/2020). Mereka dibawa menggunakan tiga pesawat yakni Hercules C130, Boeing 737-400 dan satu pesawat milik TNI AU.

 

Sebelumnya pesawat komersil yang membawa WNI dari Wuhan, Tiongkok telah mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim di Batam. Setelah mendarat, mereka disemprot cairan antivirus sebagai sterilisasi sebelum kemudian diterbangkan ke Natuna.

Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto mengatakan, ada tujuh yang batal diterbangkan ke Tanah Air dengan sejumlah alasan seperti; 4 orang mengundurkan diri dan 3 lainnya tidak lolos pemeriksaan otoritas Pemerintah Tiongkok.

Lebih lanjut, Terawan juga memastikan bahwa WNI yang diterbangkan dari Wuhan tersebut sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan dalam kondisi sehat.

Setibanya di Natuna, para WNI tersebut menjalani observasi selama 2 pekan di RSA Natuna, Hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna, Kepulauan Riau, yang memiliki kapasitas 300 orang dengan fasilitas yang mengutamakan kesehatan, keamanan serta kenyamanan sesuai standar WHO (Badan Kesehatan Dunia). Obeservasi tersebut dilakukan untuk memastikan WNI dalam keadaan sehat sebelum dikembalikan bersama keluarganya.

Dalam proses observasi, para WNI yang mayoritas merupakan mahasiswa tersebut akan dipantau kesehatannya oleh tim dari Kementerian Kesehatan RI. Mereka tidak diperbolehkan keluar dari area selama observasi berlangsung. Selain itu, mereka juga akan dijaga oleh militer selama 24 jam penuh untuk keamanan. (BNPB/SRN)

Sumber: Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.