Tahniah  Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau, 9 Agustus 2021 dan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Semoga cepat bangkit dan bebas dari belenggu pandemi. Dirgahayu Provinsi Riau! Dirgahayu Republik Indonesia!***

 

Penakik Getah Gantung Diri di Pohon Karet

Mayat Adi Putra usai diturunkan dari tali gantungan.

Mayat Adi Putra usai diturunkan dari tali gantungan.

Mita

Kamis, 01 Februari 2018

RokanIVKoto - serantauriau.news - Akibat terlilit utang, seorang penakik getah putus harapan, gantung diri di pohon karet, Selasa (30/1/2018) sore.

Warga Lubuk Bendahara, Adi Putra (39), ditemukan tewas tergantung di kebun karet miliknya, oleh istrinya yang kaget melihat jasad suaminya di pohon karet. Yusral Elhayati, istri korban kalang kabut saat mencari suaminya dan menemukan orang yang dikasihinya tersebut sudah kaku di pohon. Lidahnya terjulur, kesan dari gantung diri menjerat leher sendiri.

Sang istri kemudian memanggil Khaidir, ayahnya untuk membantu menurunkan mayat sang suami. Istri korban juga minta tolong kepada saudaranya, Trisno untuk memotong tali yang menjerat leher korban. Dengan bergegas Trisno datang ke kebun karet mereka di Desa Alahan Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ini. Mayat korban kemudian diturunkan dari tali gantungan. Selanjutnya jenazah dibawa pulang ke rumah.

Sebagaimana keterangan istri korban kepada kepolisian, seperti biasanya sekitar jam 07.15 WIB, Adi Putra berangkat menderes karet di kebunnya. Jarak kebun dengan rumahnya hanya 1 Km. Hari itu korban tidak seperti biasanya yang pulang ke rumah pada pukul 16.00 WIB. Hingga lewat pukul 4 sore, korban tak kunjung pulang.

Karena merasa curiga, istri korban pergi ke kebun karet untuk mencari keberadaan suaminya.

Usai menurunkan mayat korban, keluarga korban pun melapor ke polisi. Mendengar laporan bahwa ada penemuan mayat gantung diri, Kapolsek Rokan IV Koto AKP Inafri bersama dengan anggotanya meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Namun istri korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah dan membuat pernyataan penolakan otopsi.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Yusup Rahmanto SIK MH melalui Paur Humas Ipda Nanang Pujiono SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. "Pihak keluarga merelakan kematian korban dengan cara gantung diri dikarenakan faktor ekonomi, adanya permasalahan utang," tutup Paur Humas. (MTA)