serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Kuansing Berpotensi Jadi Sentra Pengembangan Bawang Merah

Pemkab Kuansing sangat mengapresiasi Kelompok Tani Beken Jaya yang telah berhasil mengembangkan komoditi bawang merah. (Foto: Dok MCRiau)

Pemkab Kuansing sangat mengapresiasi Kelompok Tani Beken Jaya yang telah berhasil mengembangkan komoditi bawang merah. (Foto: Dok MCRiau)

Serantau Riau

Senin, 17 Februari 2020

Benai - serantauriau.news - Kabupaten Kuantan Singingi berpotensi menjadi sentra pengembangan bawang merah.

Hal itu dikatakan  Sekda Kuansing, Dianto Mampanini saat menghadiri Shallot Day dan panen raya bawang merah  Kelompok Tani Beken Jaya, Desa Benai Kecil, Kecamatan Benai, Senin (17/2/2020).

Dalam sambutannya, Dianto Mampanini mengapresiasi penanaman bawang merah oleh Kelompok Tani Beken Jaya Benai Kecil. 

"Kita dalam hal ini pemerintah sangat mengapresiasi Kelompok Tani Beken Jaya yang telah berhasil mengembangkan komoditi bawang merah," ujarnya.

Menurut dia, bawang merah dalam setiap perhitungan inflasi menjadi salah satu komoditas penyumbang. Karena bawang merah merupakan konsumsi pokok yang tidak bisa dihindari. 

"Kita berharap, dengan berkembangnya komoditi bawang merah di Kuansing, dapat menekan inflasi minimal di Kuansing," katanya, seperti dilansir dari laman MC Riau. 

Menurut data, kata Dianto, sebanyak 75 persen produksi bawang merah berada di daerah Jawa. Di antaranya, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di luar Jawa kata Dianto hanya 25 persen. Misal di Sumatara yaitu di Aceh, Sumut, Sumbar, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung. Riau tak masuk. Untuk itu ia berharap, Kuansing menjadi andalan Riau ke depan untuk mencukupi kebutuhan bawang merah masyarakat.

Dianto yakin bahwa Kuansing bisa menjadi sentra bawang merah jika hal ini dilakukan bersama-sama dan mendapat dukungan semua pihak. (MCR/US)