Visi Riau 2020: Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis di Asia Tenggara pada tahun 2020***

Tangis Haru Abah Soleh Saat Dikunjungi Tim Jumat Barokah Terpadu

Abah Soleh  (60 tahun) warga perantauan yang puluhan tahun tinggal di Serang, bekerja sebagai tukang pijit dengan penghasilan tidak tetap. Beliau tak berhenti menangis ketika dikunjungi Tim Terpadu Jumat Barokah Polda Banten. (Foto: Bidhumasy)

Abah Soleh (60 tahun) warga perantauan yang puluhan tahun tinggal di Serang, bekerja sebagai tukang pijit dengan penghasilan tidak tetap. Beliau tak berhenti menangis ketika dikunjungi Tim Terpadu Jumat Barokah Polda Banten. (Foto: Bidhumasy)

Serantau Riau

Jumat, 28 Februari 2020

Serang - serantauriau.news - Tangisan haru Abah Soleh (60) tak terbendung menyambut kedatangan Tim Jumat Barokah Terpadu, di kediamannya Kampung Lopang cilik RT 009/002 Kelurahan Lopang, Kecamatan Kota Serang, Jumat (28/02/2020).

Tim Jumat Barokah Terpadu merupakan gabungan dari Humasy Polda Banten, Pajero Indonesia Club (PIC) dan teman-teman media melakukan bakti sosial dengan  mengunjungi warga kurang mampu, berikan bantuan Sembako kepada keluarga kurang mampu, saling menyapa dan saling berbagi serta berinteraksi antarsesama untuk menumbuhkan rasa empati.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Agung Sabar Santoso SH MH melalui Kabid Humasy Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengucapkan terima kasih kepada Ketua RT setempat, staf Kelurahan Lopang Sandi Permana, Bhabinkamtibmasy Polsek Serang, Babinsa Koramil Serang dan warga lainnya.

"Terima kasih juga kepada Bhabinkamtibmasy dan Babinsa yang turut hadir dalam kegiatan ini. Semoga sinergitas antara TNI dan Polri terus terjalin," ujarnya.

Kabidhumasy menerangkan, bahwa kegiatan Jumat Barokah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

“Program Jumat Barokah ini merupakan salah satu wujud bahwa Polri hadir di tengah-tengah masyarakat dan peduli terhadap sesama khususnya bagi warga yang kurang mampu,” ucapnya.

Lebih lanjut Kabidhumasy mengatakan kepada media bahwa sebelum melaksanakan kegiatan ini, keluarga yang akan dikunjungi ditentukan berdasarkan informasi tim survei Jumat Barokah.

"Apa yang kita berikan bukan karena kita berlebih, tapi karena kita peduli dan ingin berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Dan semoga ini bisa menjadi contoh kegiatan yang baik di masyarakat dan mudah-mudahan bisa diikuti oleh perangkat desa setempat untuk menggerakkan orang-orang di daerahnya untuk bisa peduli dan berbagi kepada sesama," katanya.

Abah Soleh  yang berusia 60 tahun merupakan warga perantauan. Puluhan tahun beliau tinggal di Serang, bekerja sebagai tukang pijit dengan penghasilan tidak tetap  menafkahi istri bernama Pipit (49 tahun) yang tidak bekerja dan memiliki 3 anak dan masih sekolah, menempati rumah dengan kondisi bilik.

Saat ditemui Tim Jumat Barokah Terpadu, Abah Soleh tak berhenti menangis dan mendoakan Tim Jumat Barokah yang mengunjunginya.

"Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah memberikan bantuan untuk saya dan keluarga saya. Saya doakan semuanya panjang umur, sehat selalu, dimurahkan rezekinya dan berkah buat semuanya," ucap Abah Soleh sambil menangis. (SRN)