Visi Riau 2020: Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis di Asia Tenggara pada tahun 2020***

Covid-19 Meningkat, Rachmat Gobel Nilai Mitigasi Pemerintah Lambat

Rachmat Gobel, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel. (Foto: Erman/Man)

Rachmat Gobel, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel. (Foto: Erman/Man)

Serantau Riau

Kamis, 19 Maret 2020

Jakarta - serantauriau.news  - Perkembangan jumlah kasus Virus Korona (Covid-19) di Indonesia terus meningkat. Hingga Selasa siang (17/3/2020), berdasarkan laporan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, jumlah masyarakat yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mencapai 172 orang. Sementara, jumlah korban meninggal masih tetap sama, yaitu 5 orang dan 9 orang telah dinyatakan sembuh.

Merespon hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI  Rachmat Gobel memberikan beberapa catatan kepada Pemerintah untuk dijadikan pelajaran di masa mendatang, jika kembali terulang adanya pandemi. “Jujur harus diakui, penanganan yang sekarang memang terlihat agak gagap karena kalah cepat dengan kemunculan penderita positif Covid-19,” ujar Gobel dalam keterangan resminya yang diterima Parlementaria, Rabu (18/3/2020).

Lebih lanjut, Pimpinan DPR RI Bidang Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) tersebut menyoroti langkah Pemerintah yang kurang cepat dalam mempersiapkan mitigasi bencana penanganan penyebaran Virus Korona. Tak hanya itu, sambung Gobel, langkah mitigasi Pemerintah juga dinilai belum maksimal ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya kasus Covid-19 yang menimpa dua Warga Indonesia Indonesia (WNI), beberapa waktu lalu.

Gobel menegaskan, Indonesia seharusnya sudah mempersiapkan langkah antisipasi sejak awal adanya penularan virus Corona di China pada Desember 2019 lalu dan menyebar hingga ke beberapa negara secara cepat. Pemerintah seharusnya melakukan dan mempelajari proses mitigasi yang dilakukan oleh negara seperti China, Jepang, Korsel, Singapura, dan beberapa negara Eropa. “Bagaimana mereka menangani pasien sesuai standar WHO sampai virus tersebut berhasil ditekan. Bagaimana mereka sampai akhirnya bisa menyembuhkan pasien yang datang secara masif,” tandas Gobel.

Selain itu, Gobel juga mewacanakan apakah Pemerintah perlu untuk segera melakukan pembicaraan dengan parlemen dalam proses alokasi dana talangan. Ataukah, ada pos dana darurat yang sudah dialokasikan dalam APBN untuk segera dicairkan begitu terjadi pandemi seperti sekarang ini? 

Menurut dia, semua itu harus dilakukan secara sistem. Tidak bisa ad hoc atau parsial. Sebab, tutur Gobel, hasilnya akan sia-sia begitu kasus pandemi ini selesai. Begitu muncul pandemi baru, jangan kemudian Indonesia kembali gagap, lalu kalang kabut.

“Hal yang juga tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah bagaimana  persiapan rumah sakit rujukan yang benar-benar taat standar operasi prosedur (SOP). Bagaimana sumber daya medisnya memadai dan cukup atau tidak. Persiapan obat, alat pelindung medis, serta logistik ke rumah sakit, baik pangan hingga farmasi bisa berjalan dengan baik atau tidak,” pungkas politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut. (pun/sf)