Visi Riau 2020: Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis di Asia Tenggara pada tahun 2020***

Polda Banten Siap Tindak Tegas Sekiranya Terjadi Perkumpulan Massa

Menindaklanjuti Maklumat Kapolri, Kabid Humasy Polda Banten ketika menjelaskan kepada awak media, pihaknya akan bertindak tegas secara persuasif dan humanis. (Foto: Bidhum)

Menindaklanjuti Maklumat Kapolri, Kabid Humasy Polda Banten ketika menjelaskan kepada awak media, pihaknya akan bertindak tegas secara persuasif dan humanis. (Foto: Bidhum)

Serantau Riau

Selasa, 24 Maret 2020

Serang - serantauriau.news -  Kabid Humasy Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi P SIK MH kembali menekankan kepada masyarakat Banten untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungannya. 

"Insyallah, demi keselamatan publik dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Polda Banten siap tindak tegas kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan mengumpulkan massa. Tindakan tegas dilakukan secara persuasif dan humanis," tukas Edy, Selasa (24/03/2020).

Penekanan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Banten berdasarkan arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs Idham Azis MSi dan Kadivhumasy Polri Irjen Pol M Iqbal SIK MH saat melaksanakan wawancara kepada beberapa awak media di lantai 3 Bareskrim Polri, Senin (23/03/2020) terkait Maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Korona atau Covid-19. 

"Polri melakukan langkah konkret berkerja sama dengan instansi terkait. Sekiranya terdapat kelompok yang tidak mematuhi maka akan ada konsekuensinya karena menyangkut keselamatan publik dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," terang Kadiv Humasy Polri.

Selanjutnya Irjen Pol M Iqbal menjelaskan bahwa Polri bergandengan tangan dengan TNI, Bhabinkamtibmasy, Babinsa, seluruh Anggota Polsek dan Koramil, Kodim, Polres, Polda, Kodam dan stakeholder lainnya seperti Forkompinda dari tingkat lapisan provinsi, kota, kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, RT dan RW bersama-sama bergerak demi keselamatan publik.

Polri tetap mengedepankan upaya persuasif dan humanis untuk menyampaikan himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat yang masih terlihat berkumpul seperti hanya sekedar ngopi di cafe, duduk nongkrong, acara resepsi pernikahan dan sebagainya. Kegiatan ini sangat berbahaya terhadap penyebaran Covid-19 yang sudah sangat berkembang dan karena tugas Polri selaku pelindung, pelayanan dan pengayom masyarakat guna terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Untuk itu, Edy menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis. Tidak melaksanakan kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga. Terus, tidak melaksanakan kegiatan olahraga, kesenian dan jasa hiburan. 

Selanjutnya, tidak melaksanakan kegiatan unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainnya yang menjadi berkumpulnya masa menjadi titik tekan pengamanan. 

"Saya berharap kepada seluruh masyarakat Banten untuk dapat memahami dan mengikuti semua arahan yang kita sampaikan demi menjaga kesehatan kita, keluarga dan masyarakat Indonesia dalam penyebaran virus Covid-19," Imbuh Edy

Ditambahkan Kabid Humasy Polda Banten bahwa Maklumat Kapolri  atas dasar kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Korona (COVID-19). Apabila warga masyarakat tidak mengindahkan maka Kepolisian Daerah Banten tidak segan untuk membubarkan masyarakat yang berkumpul atau sifatnya mengumpulkan banyak orang di suatu tempat. Bila masyarakat menolak atau melawan aparat akan bisa ditindak tegas sesuai dengan Pasal 212, 216 dan 218 KUHP. (Ary/Bidhum)