serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

Diskusi dan Webinar IKA dan IPRJ Kom Kuansing Soal Kontribusi dan Sumbangsih Nyata Buat Kampung Halaman

Diskusi online antara Alumni dan Mahasiswa IPRJ Komisariat Kuansing memberikan kontribusi berharga bagi kemajuan Kabupaten Kuansing ke depannya. (Foto: Ist)

Diskusi online antara Alumni dan Mahasiswa IPRJ Komisariat Kuansing memberikan kontribusi berharga bagi kemajuan Kabupaten Kuansing ke depannya. (Foto: Ist)

Serantau Riau

Senin, 18 Mei 2020

 

Telukkuantan - serantauriau.news - Acara Temu Alumni IPRJ Kom Kuansing dengan IKA Alumni IPRJ Komisariat Kuansing yang dilaksanakan pada Ahad 17 Mei 2020 pukul 13.00 - 15.00 WIB, berbentuk diskusi online dengan menggunakan aplikasi Zoom yang diikuti IKA Alumni dan Mahasiswa IPRJ Kom Kuansing.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan doa, laporan Ketua Temu Alumni yang memaparkan tentang terbentuknya acara. Dilanjutkan sambutan Ketua IPRJ Kom Kuansing Rengki Prasetio Permana yang menjelaskan kondisi IPRJ Kom Kuansing. 

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Rosi Atali dalam sambutannya mengajak kita untuk selalu membangun silahturahmi meskipun lewat sosial media. "Berikan efek positif dan masukan konstruktif," ujarnya.

Selanjutnya diskusi yang dipandu moderator Prima Wahyudi, Ketua GENPI Kuantan Singingi yang juga Alumni IPRJ Kom. Kuansing. 

Diskusi membahas tema: Peranan/kontribusi IKA IPRJ Kom Kuansing dan IPRJ Kom Kuansing terhadap Pembangunan di Kabupaten Kuantan Singingi.

Narasumber Rosi Atali selaku Ketua IKA Alumni IPRJ Kom Kuansing menyebutkan, Kontribusi Alumni dan mahasiswa yaitu memberikan pandangan terhadap implikasi ekonomi dan sosial masyarakat Kuansing.  

"Juga silahturahmi dan hubungan harus diikat, karena SDM dari IKA Alumni IPRJ Kom Kuansing sudah mampu bersaing," paparnya.

Narasumber berikutnya yaitu DR Agus Mandar,  Asisten III Setdakab Kuantan Singingi yang juga Alumni IPRJ Kom Kuansing. Disebutkan bahwa dalam konteks pandemi Korona, pemerintah sudah melakukan recovery ekonomi, jadi semua dipangkas untuk membiayai masyarakat Kuansing, bantuan tunai kepada 23.000 KK untuk Sembako dan uang. 

Dijelaskan Agus Mandar, ada beberapa contoh upaya penanganan dampak ekonomi yaitu:

1. Kale (Kangkung Ikan Lele),

2. Hidroponik (mensuplay sayur-sayuran),

3. Memanfaatkan lahan kosong,

4. Menciptakan lapangan kerja.

^Hal tersebut digunakan untuk ketahanan keluarga dengan melakukan inovasi," ungkap Agus Mandar.

Diskusi juga mendengarkan berbagai pandangan dari IKA Alumni, salah satunya Nanang Kristanto yang merupakan Sekjen DEN- Kementerian ESDM yang menawarkan ke Pemda Kuansing  mengajukan ke Kementerian ESDM untuk menganggarkan solar rooptof guna menghemat tagihan listrik dan juga sumur bor dalam antisipasi kekeringan," ujarnya. 

Sementara itu Muhammad Pailus seorang startup enthusiast yang juga aktif mengembangkan Smart Village saat ini sudah lebih dari 400 desa dikelolanya yang tersebar di Pulau Kalimantan, Sumatera dan Jawa. Dia ini salah seorang anggota dan alumni IPRJ Kom Kuansing yang sedang menempuh pendidikan Magister Teknik Informatika Bidang Data science di Universitas Islam Indonesia. 

Dia ingin berkontribusi untuk pembangunan Kuansing apalagi di tengah pandemi covid-19 ini. Dan sesuai dengan keahliannya di bidang IT ll, Pailus ingin menawarkan program gratis seperti desa memantau penduduk mudik, desa memantau BLT, desa memantau Penyebaran Covid-19. 

Namun, Pailus mengatakan, tantangan biasanya pada birokrasi, konflik kepentingan dan sebagainya. "Kalau masyarakat, saya rasa sangat menerima program ini," ungkap Muhammad Pailus. 

Selanjutnya, Rezky Juminaidy, kini berhitmad di Kementerian Dalam Negeri, memberikan pandangan bahwa Pemda Kuansing dapat melakukan koordinasi dan konsultasi kepada Kemendagri seperti terkait kependudukan, keuangan daerah, urusan pemerintahan daerah dan desa, serta pembangunan daerah dalam rangka penguatan di berbagai bidang urusan pemerintahan dalam negeri sesuai dengan salah satu tugas dan fungsi Kemendagri yaitu mengoordinasikan, memfasilitasi, dan melakukan binwas terhadap penyelenggaraan urusan pemerintah daerah. 

Selain itu, terhadap penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu didukung dan disinergikan agar penyaluran bantuan kepada masyarakat tepat guna dan tepat sasaran ujar Rezky, yang juga Alumni IPRJ Kom Kuansing.

Pada closing statement, Rosi Atali menyampaikan harapan kita memberikan informasi sehingga bantuan benar-benar tepat kepada yang membutuhkannya,."Untuk itu perlu koordinasi juga dengan pemerintah," ujarnya. 

Agus Mandar memberikan closing statement menyebutkan, pendapat Nanang tentang solar rooptof untuk menghemat energi insyaallah bagus untuk kantor di desa-desa Kuansing. Lalu sumur bor ini sudah dibangun untuk antisipasi kekeringan. Selanjutnya tentang smart village yang dipaparkan Muhammad Pailus,  bagus untuk diterapkan di desa namun terkendala dengan jaringan yang kurang bagus. 

"Kita akan mengusahakan untuk follow up smart village  dan  smart regency namun juga harus mengutamakan  smart  ekonomi," ujar Asisten III Agus Mandar. Alumni IPRJ Kuansing itu berpesan kepada mahasiswa IPRJ Kom Kuansing untuk belajar dan kuliahlah sebaik baiknya. 

Disimpulkan bahwa diskusi ini bisa memberikan hasil dan manfaat untuk ke depannya. Diharapkan pula dengan diadakan acara ini hubungan yang renggang bisa kembali terjalin erat. Peranan dan kontribusi IKA dan Mahasiswa IPRJ Kom Kuansing dapat memberikan manfaat untuk pembangunan kabupaten Kuantan Singingi ke depannya. (AND)