Salam Tahniah Sempena Hari Jadi Ke-63 Provinsi Riau, 9 Agustus 1957 - 9 Agustus 2020, semoga semakin cemerlang, gemilang dan terbilang. Dirgahayu Provinsi Riau. ***

Sidang Perdana Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Amril Mukminin Berlangsung Secara Virtual

Persidangan kasus dugaan korupsi Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin di Pengadilan Tipikor Pekanbaru dilaksanakan secara virtual. (Foto: Dok AS)

Persidangan kasus dugaan korupsi Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin di Pengadilan Tipikor Pekanbaru dilaksanakan secara virtual. (Foto: Dok AS)

Serantau Riau

Kamis, 25 Juni 2020

 

Pekanbaru - serantauriau.news  -Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin yang menjadi terdakwa dalam dugaan korupsi gratifikasi proyek pembangunan jalan di Bengkalis menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Kamis (25/6/2020).

Karena sidang itu berlangsung secara virtual maka Amril dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tonny Franky Pangaribuan SH berada di gedung Merah Putih Jakarta, sementara majelis hakim yang dipimpin Lilin Herlina SH MH berada di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Riau.

JPU, pada sidang perdana itu membacakan dakwaan. Dia mengungkap panjang lebar tentang sepak terjang Amril Mukminin dalam pusaran dugaan korupsi. Bahkan saat dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD Bengkalis dua periode hingga menjadi Bupati Bengkalis di awal 2016.

Dinyatakan JPU, uang puluhan miliar diduga masuk ke kantong Amril saat dirinya masih sebagai Anggota DPRD Bengkalis dua periode yakni 2009-2014, 2014-2019 dan kala awal menjabat sebagai Bupati Bengkalis periode 2016-2021. 

Terdakwa Amril dijerat dalam Pasal 12 huruf a UU Tipikor dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

Selain Amril, dalam dakwaan itu JPU juga berulang kali menyebut nama Kasmarni, istri sah Amril, yang kini akan maju dalam pemilihan Bupati Bengkalis, Desember 2020 mendatang. Kasmarni diduetkan dengan Bagus Santoso dan telah didukung tiga partai, yakni PAN, PKB dan PBB.

JPU mengatakan bahwa istri Amril, yakni Kasmarni, disebut turut diduga menerima uang sebanyak Rp23,6 miliar lebih. Uang itu diketahui dari dua pengusaha sawi, yang diterima Kasmarni secara tunai maupun melalui transfer ATM dalam waktu 6 tahun.

Adapun pengusaha sawit yang dimaksud yakni, Jonny Tjoa selaku Direktur Utama dan pemilik perusahaan sawit PT Mustika Agung Sawit Sejahtera dan Adyanto selaku Direktur dan pemilik PT Sawit Anugrah Sejahtera.

"Dari pengusaha Jonny Tjoa sebesar Rp12.770.330.650 dan dari Adyanto sebesar Rp10.907.412.755. Uang itu diterima di kediamannya pada Juli 2013-2019," ungkap JPU.

Pada 2013 lalu, Jonny Tjoa meminta bantuan Amril untuk mengajak masyarakat setempat agar memasukkan buah sawit ke perusahaan tersebut dan mengamankan kelancaran operasional produksi perusahaan.

"Atas bantuan tersebut, Jonny Tjoa memberikan kompensasi berupa uang kepada Terdakwa sebesar Rp5 per kilogram TBS dari total buah sawit yang masuk ke dalam pabrik. Sehingga, terhitung sejak Juli 2013 dikirimkan uang setiap bulannya dengan cara ditransfer ke rekening atas nama Kasmarni," paparnya.

Pemberian uang itu, terus berlanjut hingga Amril dilantik menjadi Bupati Bengkalis pada 2016 lalu. Tak hanya dari Jonny Tjoa, Amril juga menerima gratifikasi dari Adyanto, saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Bengkalis, terhadap bantuan mengamankan kelancaran operasional pabrik.

"Atas bantuan tersebut, Adyanto memberikan kompensasi berupa uang kepada terdakwa dari persentase keuntungan yaitu sebesar Rp5 per kilogram TBS dari total buah sawit yang masuk ke dalam pabrik. Uang tersebut diberikan setiap bulannya sejak awal tahun 2014 yang diserahkan secara tunai kepada Kasmarni di rumah kediaman terdakwa," sebut JPU. (AS)