serantauriau.news mengucapkan Tahniah Hari Jadi Ke-237 Pekanbaru yang berkembang pesat dari Dusun Payung Sekaki menjadi Senapelan sebagai cikal bakal Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau, 23 Juni 2021.***

 

IPRY Kom Kuansing Angkat Tema "Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19" Lewat Webinar Daerah

Webinar Daerah ini mengetengahkan tiga pemateri yaitu dr Amelia Nasrin, Wigati Ishwandhiari ST MM dan Mardius Adi Saputra SH yang dipandu Egi Fauzan Perdana, Wakil Ketua I IPRY Kom Kuansing. (Foto: Dok Andri Satria)

Webinar Daerah ini mengetengahkan tiga pemateri yaitu dr Amelia Nasrin, Wigati Ishwandhiari ST MM dan Mardius Adi Saputra SH yang dipandu Egi Fauzan Perdana, Wakil Ketua I IPRY Kom Kuansing. (Foto: Dok Andri Satria)

Andri Satria

Senin, 06 Juli 2020

Yogyakarta  - serantauriau.news  - Ikatan Pelajar Riau di Yogyakarta (IPRY) Komisariat Kuantan Singingi menggelar Webinar Daerah,  Ahad (5/7/2020), dengan mengangkat tema "Pilkada di Tengah Pandrmi Covid-19".

Secara online kegiatan ini menggunakan aplikasi google meet. Acara diawali doa dan dilanjutkan sambutan Ketua Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta Komisariat Kuantan Singingi Rengky Prasetio Permana. 

Rengky menjelaskan bahwa IPRY Kom Kuansing adalah organisasi yang berasaskan kekeluargaan dan bersifat paguyuban. Organisasi ini Independen tidak terikat kepada individu, organisasi masyarakat dan organisasi sosial politik manapun. 

Independen yang dimaksud tidak berafiliasi dengan institusi/ organisasi manapun. "Dan saya yakin seluruh organisasi daerah Kuansing di seluruh indonesia yang berasas kekeluargaan dan bersifat paguyuban juga independen. Jadi mohon kita pada Pilkada Kuansing untuk tidak membawa organisasi kita untuk mengikat ataupun memihak ke pasangan calon," ujar Rengky selaku Ketum IPRY Kuansing. 

Webinar Daerah ini mengetengahkan tiga pemateri yaitu dr Amelia Nasrin, Wigati Ishwandhiari ST MM dan Mardius Adi Saputra SH dan dipandu Egi Fauzan Perdana, Wakil Ketua I IPRY Kom Kuansing. 

Kegiatan ini dilaksanakan  sebagai bentuk sosialisasi pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kuantan Singingi yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020.

Webinar berlangsung dengan pemaparan pertama oleh dr Amelia Nasri, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kuantan Singingi. Dia memaparkan pengertian Virus Korona yaitu transisi dari hewan ke manusia, lalu penularan, gejala. Dikatakan, kita harus melakukan pencegahan sesuai protokol kesehatan seperti terapkan pola hidup bersih dan sehat serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Selanjutnya Wigati Ishwandhiari, St MM, Komisioner KPU Divisi SDM dan Sosparnas yang membahas tentang membangun optimisme menyelenggarakan Pilkada Kuansing di era pandemi Covid-19. Dia memaparkan skema keputusan penundaan dan pemilihan, yang dilakukan pada 9 Desember 2020.

Pada rancangan PKPU tahapannya tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Pilkada tetap dilaksanakan karena tidak ada yang bisa memprediksi berlanjut atau tidak Covid-19. 

"Karena tantangan terbesar adalah keselamatan pemilih, maka perjalanan Pilkada ini telah dibuatkan protokol kesehatan penyelenggaraan pemilihan dalam kondisi bencana non-alam Covid-19. Peran kita bersama yaitu bagaimana cara mewujudkan antusias masyarakat, rekan pemantau, sosialisasi KPU, menjadi tugas bersama," jelasnya.

Pemateri terakhir yaitu Ketua Bawaslu Kabupaten Kuansing Mardius Adi Saputra SH. Dia memaparkan tentang pengawasan tahapan pemilihan, di mana seluruh tahapan dengan protokol kesehatan, pelaksanaan tugas dan fungsi pengawas pemilihan mempertimbangkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan memaksimalkan teknologi dan informasi (daring) dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengawas Pemilu. 

"Insyaallah rapat umum Bawaslu dan KPU akan dilaksanakan secara daring dengan zoom meeting/google meet. Kita harus optimis melaksanakan Pilkada di tengah pandemi Covid-19," ungkap Adi.

Berbagai macam pertanyaan dari peserta Webinar Daerah mengemuka pada sesi tanya jawab. Bagaimana cara pasien Korona bisa menggunakan hak pilihnya? Penyelenggara tetap akan berkoordinasi dengan rumah sakit, akan disediakan TPS bergerak sesuai pola perundang-undangan. "Kita akan tunaikan hak pilihnya," jawab dr Amelia Nasrin. 

Mengenai penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) nantinya, Bawaslu Kabupaten Kuantan Singingi masih menunggu arahan dari pemerintah pusat di mana APD tersebut akan dianggarkan dari APBN.

Setiap yang hadir akan dicek suhu. Jika ditemukan ada masyarakat atau panitia yang suhunya 38 derajat Celcius maka akan dipisahkan dan disediakan bilik khusus, tinta tetes. "KPU membangun optimis dan mengutamakan kesehatan sedangkan aspek pengawasan dari Bawaslu dan gugus tugas akan memberikan standar yang benar dan tetap ada koordinasi dengan SOP," ujar Wigati.

Selanjutnya Adi menjelaskan dalam tahapan kampanye di tengah pandemi nantinya akan banyak dilaksanakan secara  daring dan melalui sosial media. "Bawaslu bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Media Sosial seperti Facebook dalam melakukan  takedown  untuk akun-akun yang tidak terdaftar atau akun yang menyebarkan  blackcampaign, hoaks dan sara dalam penyelenggaraan Pilkada,” ujar Ketua Bawaslu Kuansing.

Ketiga pemateri berpesan, apapun acara, apapun momen, kita sudah mengikuti new normal. "Maka haruslah menjaga kesehatan dan mudah-mudahan kita terhindar dari Covid-19," ujar Amelia Nasrin. 

"New normal perlu diberi contoh yang baik. Mari kita bersama-sama menyukseskan pilkada," ajak Wigati Ishwandiari. 

"Pandemi bukan suatu kebetulan. Ini sudah ketetapan Allah. Bawaslu tugasnya melakukan pencegahan dan pengawasan secara melekat," ungkap Mardius Adi Saputra. (AND)