Tahniah  Hari Jadi Ke-64 Provinsi Riau, 9 Agustus 2021 dan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021. Semoga cepat bangkit dan bebas dari belenggu pandemi. Dirgahayu Provinsi Riau! Dirgahayu Republik Indonesia!***

 

Rezita Berurai Airmata Ketika Kampanye Dialogis di Desa Air Putih

Rezita Meylani Yopi proaktif menegur-sapa masyarakat Inhu dari semua kalangan, semua suku di Inhu, dan selalu mendapat sambutan hangat masyarakat dari segenap dusun dan pelosok kampung. (Foto: Dok ABBS)

Rezita Meylani Yopi proaktif menegur-sapa masyarakat Inhu dari semua kalangan, semua suku di Inhu, dan selalu mendapat sambutan hangat masyarakat dari segenap dusun dan pelosok kampung. (Foto: Dok ABBS)

ABU BAKAR SIDDIK

Ahad, 01 November 2020

 

BARU kali inilah suasana haru-biru menghiasi wajah ramah-ceria Rezita Meylani Yopi. Padahal, sudah lebih dari 230 titik pertemuan di berbagai desa dan pelosok dusun yang dijangkau Tim RAJUT hingga Ahad malam (1/11/2020).

Hampir di setiap tempat, utamanya kawasan eks transmigrasi, ketika ditanyakan kepada masyarakat apakah mereka mengenal H Soegianto? Selalu disambut teriakan kuat: Kenal Buk! Atau: Konal Pak!

Maka suasana kebatinan pun muncul, ketika segenap hadirin mengirimkan Alfatihah kepada Almarhum, tokoh pengayom yang berjasa besar dalam menyemangati warga trans di semua satuan permukiman di Inhu (termasuk trans di Kuansing).

Di awal-awal masa pemukiman transmigrasi, sekitar tahun 1980-an, memang luar biasa cobaan, tantangan dan pengorbanan warga trans atas program pemerataan penduduk oleh Presiden Soeharto, ketika itu.

Mereka ditugaskan negara untuk membuka kawasan hutan belentara Sumatera, seperti pada banyak titik di Riau. Ada yang tegar mengadu nasib, menguras keringat membanting-tulang  dalam mengais kehidupan, walau terkadang Jadupnya banyak disunat oknum petugas pelaksana.

Maka Soegianto-lah bapak tempat mengadu warga transmigrasi di Riau, wabil khusus Indragiri Raya. Kebanyakan dari mereka yang datang mengadu, atau mereka yang berkeluh-kesah ketika didatangi Kang Soe, selalu disemangati bahkan dibekali keperluan keluarganya. 

Hasilnya, alhamdulillah, luar biasa. Tanda-tanda kemakmuran pun mulai terlihat dari berkembangnya kawasan Seberida di Belilas, Batang Cenaku, Batang Gangsal, Pasir Penyu, Sungai Lala dan Lubuk Batu Jaya. (Ini hanya sebagian catatan saya selaku wartawan sejak 1980-an.)

Keharuan Rezita Meylani Yopi memuncak ketika nama Soegianto, yang tidak lain bapak mertuanya, kembali disebut dan dibacakan Fatihah oleh warga SP 6 Air Putih, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Ahad malam (1/11/2020). Rumah Pak Sukirno tempat digelarnya Kampanye Tim RAJUT, menjadi saksi, tertumpahnya airmata Calon Bupati Inhu ini.

Dengan sesungukan, terbata-bata dan selalu mengusap airmatanya, Rezita bertekad bulat akan meneruskan perjuangan H Soegianto, yang selalu mendapat tempat di hati warga transmigrasi itu.

"Sekuat tenaga jika diberi amanah, saya bersama Pak Junaidi akan meneruskan perjuangan Pak Soegianto yang sangat memperhatikan masyarakat Inhu, khususnya warga eks transmigrasi," ungkap Cabup Inhu No 2 itu terbata-bata. (ABBS)