Cegah dan tanggulangi pandemi Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan: pakai master, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan hindari kerumunan!***

Azis Syamsuddin Minta Propam Usut Tuntas Kasus Kompol Yuni

M Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI. (Foto: Dok/Man)

M Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI. (Foto: Dok/Man)

Serantau Riau

Jumat, 19 Februari 2021

 

Senayan - serantauriau.news- Wakil Ketua DPR RI M Azis Syamsuddin meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus Narkoba yang menjerat Kapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi.

Menurut Azis, Kompol Yuni yang memiliki segudang pengalaman tersebut seharusnya menjadi sosok lebih "galak" dalam memberantas Narkoba dan bukan ikut terlibat penyalahgunaan.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini, Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi menjadi sorotan publik lantaran diduga terlibat dalam penggunaan Narkoba. Yuni yang dikenal sebagai sosok yang berprestasi itu ditangkap dengan 11 orang lainnya di salah satu hotel di Bandung.

"Jangan sampai saat dirinya menjabat justru malah membantu para bandar Narkoba untuk mengedarkan. Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian) harus mengusut tuntas dan melakukan penyelidikan lebih mendalam,” tegas Azis dalam siaran pers yang diterima Parlementaria, Kamis (18/2/2021).

Politisi Partai Golkar itu menyayangkan kasus-kasus yang menimpa Kompol Yuni dengan pengalaman yang dimilikinya seperti berpengalaman di bidang Narkoba serta pernah menduduki posisi penting di antaranya Kasat Narkoba Polres Bogor dan pernah menduduki Direktorat Narkoba Polda Jabar.

Azis berharap dalam proses penegakan hukum maupun sanksi yang diberikan kepada pelaku, pihak Polri dapat bersikap akuntabel dan transparan jika terbukti menyalahgunakan Narkoba. 

Ia juga meminta Polri ke depannya harus melakukan tes urin secara berkala terhadap personel Polri agar tidak memunculkan spekulasi pada Polri yang terkesan tertutup dalam penanganan kasus anggotanya, baik secara hukuman ataupun lainnya.

"Jangan sampai ada kesan Polri tertutup terhadap penanganan kasus anggotanya dari sisi hukuman dan sebagainya, namun pada masyarakat justru sebaliknya. Jangan ada kesan penegakan hukum tajam ke bawah, namun tumpul ke atas," tegas wakil rakyat asal Dapil Lampung II itu.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu menambahkan, Anggota Polri seharusnya dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan justru memberikan contoh yang tidak baik dengan melakukan penyalahgunaan Narkoba. (hal/sf)